Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3 Penyebab Daun Tanaman Bugenvil Rontok dan Cara Mengatasinya

Kompas.com, 5 Desember 2024, 09:30 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Bunga kertas, atau yang sering dikenal sebagai bugenvil, adalah tanaman hias populer yang dikenal dengan keindahan warna-warni bunganya.

Sebagaimana tanaman hias lainnya, bugenvil juga bisa terkena masalah pertumbuhan, salah satunya adalah daun yang rontok.

Kerontokan daun pada bugenvil biasanya terjadi karena perubahan kondisi lingkungan yang signifikan. Bugenvil adalah tanaman yang cukup sensitif terhadap stres, terutama jika ada perbedaan dalam paparan sinar matahari, suhu, aliran udara, atau pola penyiraman.

Mengutip Gardener Report, Kamis (5/12/2024), berikut adalah beberapa penyebab daun tanaman bugenvil rontok dan cara mengatasinya.

Baca juga: 3 Penyebab Tanaman Bugenvil Tidak Berbunga dan Cara Mengatasinya

Perubahan intensitas cahaya

Di pusat pembibitan atau toko tanaman, bugenvil sering dibudidayakan dalam pencahayaan yang terkontrol.

Ketika dipindahkan ke lingkungan baru, seperti halaman rumah, intensitas sinar matahari yang berbeda dapat membuat tanaman mengalami stres. Kondisi demikian yang kemudian menyebabkan daun tanaman bugenvil rontok.

Bugenvil merupakan tanaman yang menyukai sinar matahari penuh. Jadi, pastikan tanaman ini mendapatkan paparan cahaya langsung selama 6-8 jam setiap hari.

Jika lingkungan kamu memiliki intensitas cahaya rendah, pertimbangkan untuk memindahkan tanaman bugenvil ke area yang lebih terbuka.

Baca juga: 9 Fakta Menarik Bunga Bugenvil, Cantik dan Simbol Gairah

Fluktuasi suhu

Bugenvil tumbuh optimal pada suhu hangat. Jika dipindahkan ke daerah yang terlalu dingin atau memiliki aliran udara yang tidak stabil, tanaman ini bisa mengalami stres berat, yang dapat memicu kerontokan daun.

Tanaman ini tumbuh subur di suhu hangat, idealnya antara 20-30 derajat Celsius. Jika kamu tinggal di daerah yang memiliki suhu dingin, tanam bugenvil di pot sehingga kamu dapat memindahkannya ke dalam ruangan saat cuaca ekstrem.

Baca juga: 6 Cara Membuat Tanaman Bugenvil Berbunga Lebih Banyak

Pola penyiraman yang berubah

Di pembibitan, bugenvil dirawat dengan pola penyiraman yang konsisten. Ketika dipindahkan, perubahan frekuensi atau jumlah air yang diberikan dapat memengaruhi kesehatan akar tanaman, dan menyebabkan daun serta bunganya rontok.

Untuk menghindari masalah tersebut, jangan menyiram tanaman bugenvil terlalu sering. Sebaiknya, siram tanaman ini hanya ketika lapisan atas tanah (sekitar 5 cm) sudah benar-benar kering.

Penyiraman yang berlebihan dapat menyebabkan akar bugenvil membusuk dan memperburuk kondisi tanaman.

Baca juga: Cara Menanam dan Merawat Bunga Bugenvil

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau