Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hindari 5 Kesalahan Ini Saat Membekukan Makanan di Freezer

Kompas.com, 8 Desember 2024, 07:45 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

Sumber The Kitchn

KOMPAS.com - Freezer merupakan salah satu perangkat dapur yang sangat membantu untuk menyimpan makanan dalam waktu lama.

Namun, penggunaannya sering kali kurang maksimal. Kesalahan umum seperti penataan yang buruk atau membiarkan makanan mengalami freezer burn sering terjadi.

Untuk menghindari hal tersebut, melansir The Kitchn, Minggu (8/12/2024), kenali lima kesalahan membekukan makanan di freezer berikut ini.

Baca juga: Cara Membersihkan Freezer dan Hilangkan Bau Tidak Sedap

Membekukan makanan dalam kemasan asli yang tidak kedap udara

Ilustrasi freezer, Ilustrasi menyimpan makanan di freezer.SHUTTERSTOCK/HAPPY CREATOR Ilustrasi freezer, Ilustrasi menyimpan makanan di freezer.

Kemasan asli seperti styrofoam atau plastik biasa tidak cukup untuk melindungi makanan di freezer. Udara yang masuk ke dalam kemasan dapat menyebabkan freezer burn, sehingga makanan kehilangan kualitas rasa dan teksturnya.

Untuk mencegahnya, pindahkan makanan ke dalam kantong atau wadah khusus freezer yang kedap udara.

Gunakan alat penyegel vakum, jika memungkinkan, atau keluarkan udara sebanyak mungkin dari wadah sebelum menutupnya. Langkah ini akan menjaga kesegaran makanan lebih lama.

Baca juga: Cara Membersihkan dan Mencairkan Bunga Es dari Freezer

Tidak mempertimbangkan kebutuhan saat menggunakan makanan beku

Sering kali, makanan dibekukan begitu saja tanpa memperhatikan penggunaannya nanti. Akibatnya, proses pencairan dan pemasakan menjadi lebih sulit.

Sebaiknya, bekukan makanan dalam porsi yang sesuai kebutuhan. Misalnya, potong daging dalam ukuran kecil sesuai takaran memasak atau iris bawang bombai sebelum dibekukan.

Bahan seperti pasta tomat atau bumbu dapur bisa dibekukan dalam ukuran kecil, seperti pada cetakan es batu, agar lebih mudah digunakan.

Baca juga: 5 Penyebab Banyak Bunga Es di Freezer Kulkas

Membiarkan makanan membusuk sebelum dibekukan

Ilustrasi freezer.Shutterstock/Ahanov Michael Ilustrasi freezer.

Freezer tidak dapat "menghidupkan kembali" makanan yang sudah rusak. Jika sayuran sudah layu atau daging sudah hampir kedaluwarsa, kualitasnya akan tetap buruk meski dibekukan.

Oleh karena itu, makanan harus dibekukan saat masih segar atau sebelum tanda-tanda kerusakan muncul. Misalnya, segera bekukan sisa sayuran hijau atau bawang bombai yang tidak terpakai.

Hal tersebut akan menghentikan proses penurunan kualitas, sehingga makanan beku tetap dapat dimanfaatkan nantinya.

Baca juga: 7 Makanan yang Tidak Boleh Dimasukkan ke Freezer

Tidak memberi label pada makanan

Sering kali, makanan beku menjadi sulit dikenali karena tidak diberi label. Akibatnya, makanan bisa terlupakan hingga terlalu lama disimpan di dalam freezer.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau