Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Tanaman Hias yang Tetap Subur Tanpa Sering Dipupuk

Kompas.com, 25 Februari 2025, 21:32 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Memupuk tanaman hias adalah bagian dari perawatan rutin. Namun, faktanya, tidak semua tanaman hias membutuhkannya dengan frekuensi yang sama.

Jika mencari tanaman dalam ruangan yang mudah dirawat, pilihlah yang tidak rewel soal pupuk. Beberapa tanaman tetap bisa tumbuh subur meskipun jarang diberi nutrisi tambahan.

Dilansir dari Homes and Gardens, Selasa (25/2/2025), berikut ini 5 tanaman hias yang tetap bisa subur meskipun jarang dipupuk.

Baca juga: 7 Tanaman Hias yang Tidak Cocok untuk Rumah Minimalis

Tanaman ZZ

Ilustrasi tanaman hias Zamioculcas Zamiifolia atau tanaman ZZ atau pohon dolar.Unsplash/feeypflanzen Ilustrasi tanaman hias Zamioculcas Zamiifolia atau tanaman ZZ atau pohon dolar.

Tanaman pohon dolar atau tanaman ZZ terkenal sebagai tanaman hias yang kuat dan bisa bertahan meski jarang disiram atau dipupuk.

Bahkan, tanaman ZZ cocok di tempat dengan sedikit cahaya. Namun, tanaman ini akan tumbuh lebih baik jika diletakkan di depan jendela dengan beberapa jam paparan sinar matahari langsung.

Tanaman ZZ merupakan tanaman yang tumbuh lambat, biasanya membutuhkan tiga hingga lima tahun untuk mencapai tinggi sekitar 90 cm. Daun hijau gelapnya tetap bisa tumbuh meski tanpa pupuk.

Baca juga: Benarkah Tanaman Hias Bisa Mengurangi Debu di Rumah?

Aspidistra

Dikenal juga sebagai cast iron plant, Aspidistra bisa bertahan dalam kondisi minim perawatan. Tanaman hias ini tetap bisa tumbuh hijau segar meskipun tidak diberi pupuk secara rutin.

Tanaman ini juga sangat tahan terhadap perubahan kondisi, mulai dari kekurangan air hingga suhu yang lebih dingin. Untuk penyiraman, sebaiknya Aspidistra hanya disiram saat lapisan atas tanahnya benar-benar kering.

Inilah sebabnya, Aspidistra menjadi pilihan favorit bagi mereka yang menginginkan tanaman indoor yang praktis.

Baca juga: 5 Tanaman Hias Merambat yang Mudah Dirawat

Lidah buaya

Ilustrasi lidah buaya.Shutterstock/Nevada31 Ilustrasi lidah buaya.

Sebagai salah satu sukulen paling populer, lidah buaya tidak hanya dikenal karena manfaatnya bagi kulit, tetapi juga karena perawatannya yang sangat mudah.

Tanaman hias ini bisa bertahan di tanah yang kurang subur dan tidak membutuhkan pupuk terlalu sering.

Lidah buaya membutuhkan setidaknya beberapa jam sinar matahari langsung untuk pertumbuhan terbaik. Drainase tanah yang baik juga penting karena tanaman ini sangat tahan terhadap kekeringan.

Meskipun pertumbuhannya lambat, lidah buaya sangat mudah diperbanyak saat ukurannya membesar.

Baca juga: Cara Ampuh Mengusir Semut dari Pot Tanaman Hias

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau