Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Makanan yang Tidak Boleh Dimasak di Wajan Antilengket

Kompas.com, 24 April 2025, 21:30 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Wajan antilengket merupakan salah satu alat masak andalan karena kepraktisannya dalam memasak makanan yang cenderung lengket.

Teksturnya yang halus membuat makanan mudah diangkat tanpa menempel, serta memudahkan proses pembersihan. 

Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua jenis makanan dan metode memasak cocok menggunakan wajan antilengket.

Melansir Real Simple, Kamis (24/4/2025), berikut adalah beberapa makanan yang tidak boleh dimasak di wajan antilengket.

Baca juga: 4 Tanda Wajan Antilengket Sudah Tidak Layak Pakai

Makanan asam

Ilustrasi saus tomat atau saus pasta.SHUTTERSTOCK/Goskova Tatiana Ilustrasi saus tomat atau saus pasta.

Makanan asam seperti saus tomat, perasan jeruk lemon, cuka, dan sebagainya sering digunakan dalam berbagai resep. Meski terlihat aman, memasak makanan asam dalam waktu lama menggunakan wajan antilengket dapat mempercepat kerusakan pada lapisan pelindungnya. 

Pasalnya, lapisan wajan antilengket umumnya tidak tahan terhadap sifat korosif asam yang terus-menerus dipanaskan.

Ketika lapisan anti lengket mulai rusak, bagian dasar wajan yang terbuat dari logam seperti aluminium bisa terekspos. Jika makanan asam bersentuhan dengan logam tersebut, bisa terjadi reaksi kimia yang menghasilkan rasa logam dan mengubah warna masakan

Selain menurunkan kualitas rasa, penggunaan jangka panjang dalam kondisi seperti ini bisa memperpendek usia pakai wajan secara signifikan.

Baca juga: Cara Membersihkan Wajan Antilengket tanpa Merusaknya

Daging panggang

Proses memanggang makanan membutuhkan suhu tinggi agar permukaan daging bisa karamelisasi, membentuk lapisan luar yang renyah dan lezat. Sayangnya, wajan antilengket tidak dirancang untuk menahan panas ekstrem. 

Umumnya, batas suhu aman untuk wajan antilengket adalah sekitar 200°C. Memanaskan wajan kosong di atas kompor hingga melebihi suhu ini dapat menyebabkan pelapisnya meleleh atau terdegradasi.

Kerusakan akibat panas tinggi tidak hanya merusak fungsi antilengket, tetapi juga berisiko melepaskan gas berbahaya seperti polytetrafluoroethylene (PTFE), yang dapat menimbulkan masalah kesehatan jika terhirup.

Oleh karena itu, untuk memanggang steak, dada ayam, atau sayuran bertekstur keras, lebih aman dan efektif menggunakan wajan besi cor atau stainless steel yang mampu menyimpan dan mendistribusikan panas dengan lebih merata dan stabil.

Baca juga: 5 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan pada Wajan Antilengket, Bikin Rusak

Makanan yang perlu terus diaduk

Ilustrasi sup krim labu kuning, makanan untuk orang yang sedang sakit.Dok. Delish Ilustrasi sup krim labu kuning, makanan untuk orang yang sedang sakit.

Beberapa hidangan seperti sup kental atau saus berbasis krim memerlukan pengadukan konstan selama proses memasak. 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau