Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Gunakan 7 Warna Ini untuk Pintu Depan Rumah

Kompas.com, 29 Juni 2025, 16:14 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Pintu depan rumah adalah elemen pertama yang dilihat tamu, dan menjadi titik fokus visual yang memberikan kesan awal pada hunian.

Karena itu, memilih warna cat untuk pintu depan rumah tidak bisa sembarangan.

Lantas, warna seperti apa yang sebaiknya dihindari? Dilansir dari Southern Living, berikut ini penjelasan mengenai warna-warna yang perlu kamu pertimbangkan sebelum digunakan pada pintu depan rumah.

Baca juga: Warna Cat Terbaik untuk Kamar Tidur Menurut Feng Shui, Beri Rasa Tenang

Abu-abu dingin dan biru metalik 

Warna seperti abu-abu dingin atau biru metalik sering kali tidak cocok untuk tampilan eksterior rumah yang hangat.

Christopher Boutlier, pendiri Christopher Boutlier Interiors, menjelaskan bahwa warna ini mungkin cocok untuk interior modern minimalis, tapi terasa ‘asing’ jika dipadukan dengan elemen alami seperti bata merah, kayu, atau batu alam di bagian depan rumah.

Biru tua dan hitam

Warna gelap seperti hitam atau biru navy memang tampak elegan, tapi tidak ideal untuk pintu depan.

Karen Germond, pendiri KMG Design Studio mengatakan, warna gelap menyerap panas dan dapat menyebabkan pintu memuai atau menyusut, sehingga berpotensi menimbulkan retakan atau melengkung.

Baca juga: 5 Warna Cat yang Bikin Rumah Terlihat Tua dan Ketinggalan Zaman

Selain itu, penggunaan warna ini dapat menyebabkan pintu menjadi terlalu panas saat disentuh.

Warna pastel

Meskipun terlihat lembut dan manis, warna pastel cenderung kurang memberikan bobot visual yang dibutuhkan untuk menjadi titik fokus rumah.

Melanie Bryant, desainer interior asal Mississippi, menyampaikan bahwa warna pastel sering kali gagal menampilkan kesan kuat pada area pintu utama.

Boutlier menambahkan, warna pastel yang ‘berlumpur’ seperti lilac pudar atau hijau mint pucat bisa tampak pudar dan tidak menarik jika tidak dipadukan dengan konteks arsitektur yang tepat.

Baca juga: 5 Warna Cat yang Bikin Rumah Penuh Energi Positif

Putih bersih

Warna putih mungkin terdengar simpel dan netral, tapi sering kali justru memberi lebih banyak masalah.

Menurut Bradie Fisher, warna putih tampak bersih awalnya, tapi cepat terlihat kotor. Selain butuh perawatan ekstra, warna ini juga kurang memiliki karakter atau kontras, sehingga tampak hambar dan tidak memberi kesan mendalam.

Lauren Connor dari Lauren Connor Interiors juga menambahkan bahwa warna putih cenderung cepat kusam karena lalu lintas, debu, dan bekas tangan.

Baca juga: Jangan Salah Pilih, Warna Cat Ini Bisa Turunkan Nilai Jual Rumah

Kuning cerah

Kuning terang, terutama dalam bentuk warna primer, bisa terlihat mencolok dan sulit dipadukan.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau