Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Penyebab Bantal dan Kasur Bau, Ini Cara Mengatasinya dengan Mudah

Kompas.com, 16 Juli 2025, 19:15 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Pernahkah kamu mencium bau tidak sedap dari kasur atau bantal, meski sudah rutin mengganti seprai?

Jika iya, kamu tidak sendirian. Bau tidak sedap pada bantal dan kasur bisa mengganggu kualitas tidur dan kenyamanan beristirahat.

Untungnya, ada cara mudah dan alami untuk menghilangkan bau tidak sedap tersebut tanpa perlu langsung membeli yang baru.

Dilansir dari Tom's Guide, berikut ini 5 penyebab umum bantal dan kasur menjadi bau, serta langkah praktis untuk menghilangkannya.

Baca juga: 4 Cara Memperbaiki Kasur yang Cekung atau Kendur, Jadi Lebih Nyaman

Penumpukan keringat dan minyak tubuh

Rata-rata orang dewasa mengeluarkan sekitar 500-700 ml keringat setiap malam saat tidur. Meski kamu rutin mengganti sprei, keringat, minyak tubuh, dan air liur tetap bisa meresap ke dalam kasur atau bantal seiring waktu.

Kondisi ini menciptakan lingkungan lembap yang ideal bagi bakteri penyebab bau. Pada musim panas atau jika kamu berkeringat saat malam hari, masalah ini bisa semakin parah.

Solusinya, gunakan pelindung kasur (mattress protector) untuk membatasi penyerapan cairan dan memudahkan pembersihan.

Baca juga: Bolehkah Meletakkan Kasur Langsung di Lantai?

Penumpukan tungau debu

Setiap malam saat tidur, tubuh kita juga melepaskan sel-sel kulit mati. Jika kasur dan bantal tidak dibersihkan secara rutin, sel-sel kulit ini bisa menarik tungau debu.

Tungau menyukai lingkungan hangat dan lembap, serta memakan serpihan kulit mati. Kotoran dan sisa metabolisme tungau inilah yang menyebabkan bau apek khas pada tempat tidur.

Jamur dan lumut

Kelembapan tinggi, tumpahan cairan, atau kasur yang tidak cepat kering setelah dibersihkan bisa menyebabkan pertumbuhan jamur dan lumut.

Jika tidak segera ditangani, jamur dapat menyebabkan bau lembap dan bahkan masalah kesehatan seperti alergi atau infeksi saluran pernapasan.

Baca juga: Cara Mencuci Bantal Memory Foam agar Awet dan Tetap Nyaman

Bulu dan kotoran hewan peliharaan

Jika kamu mengizinkan hewan peliharaan tidur di kasur, bau tidak sedap bisa timbul dari bulu, kotoran, atau air liur mereka.

Dander atau serpihan kulit hewan juga dapat menempel di serat kasur dan bantal, menyerap bau dari waktu ke waktu.

Tumpahan dan noda

Makan atau minum di tempat tidur bisa menyebabkan tumpahan yang meresap ke dalam kasur.

Selain itu, jika kamu memiliki anak kecil atau hewan peliharaan, kemungkinan adanya kecelakaan kecil, seperti ompol, meningkat.

Baca juga: Cara Membersihkan Bantal Tanpa Dicuci, Mudah dan Efektif

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau