Penulis
Ilustrasi spons cuci piring.Namun, tidak semua barang harus dibersihkan dengan spons. Beberapa bahan tidak tahan terhadap kelembapan spons atau tekstur yang dapat merusak spons itu sendiri.
Baca juga: 7 Manfaat Spons yang Tidak Terduga, Bukan Cuma untuk Cuci Piring
Untuk mencegah masalah kebersihan dan kerusakan pada peralatan, dua ahli kebersihan membagikan beberapa barang yang tidak boleh dibersihkan dengan spons dan apa yang sebaiknya digunakan sebagai gantinya, seperti dikutip dari The Spruce, Kamis (11/9/2025).
Ilustrasi wajan antilengket."Lapisan antilengket sangat tipis—sering kali lebih tipis dari rambut manusia," kata Trish Duarte, Presiden MaidPro Temecula--layanan kebersihan rumah asal Amerika Serikat.
Sisi lembut spons menciptakan goresan mikroskopis, sementara partikel abrasif pada sisi "antigores" akan merusak lapisan seiring waktu.
Sebagai alternatif, Duarte menyarankan menggunakan kain lap khusus atau sikat bambu yang dirancang untuk permukaan antilengket.
Baca juga: 5 Jenis Spons Dapur yang Wajib Dimiliki di Rumah
Selanjutnya, barang yang tidak boleh dibersihkan dengan spons adalah parutan. Tepi tajam parutan tidak sebanding dengan spons.
"Parutan merobek spons hampir seketika, meninggalkan serat-serat kecil yang menempel pada parutan dan dapat dengan mudah berpindah ke adonan keju atau parutan jeruk berikutnya," kata Karina Toner, Manajer Operasional Spekless--layanan kebersihan rumah asal Amerika Serikat.
Sebaliknya, Karina menyarankan segera membilas parutan di bawah air mengalir yang deras setelah digunakan.
"Sikat piring berbulu kaku jauh lebih efektif membersihkan lekukan kecil tanpa meninggalkan serat," tambah Toner.
Jika ingin cara lebih cepat membersihkan parutan, gosokkan potongan lemon ke permukaan untuk melonggarkan serpihan dan potongan yang lengket sebelum membilasnya hingga bersih.
Baca juga: Seberapa Sering Harus Mengganti Spons Cuci Piring?
Ilustrasi spons cuci piring."Kemampuan super spons—menahan air—adalah musuh terburuk kayu," kata Duarte.
Spons mendorong kelembapan jauh ke dalam serat kayu yang berpori, menyebabkan lengkungan, keretakan, dan pertumbuhan bakteri.