Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

8 Barang yang Tidak Boleh Dibersihkan dengan Spons

Kompas.com, 11 September 2025, 08:22 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber The Spruce

Ilustrasi spons cuci piring.Unsplash/lunarts Ilustrasi spons cuci piring.
KOMPAS.com - Spons sering digunakan sebagai alat pembersih serbaguna untuk membersihkan rumah, seperti menggosok piring yang berminyak, membersihkan peralatan masak, hingga membersihkan meja dapur yang lengket.

Namun, tidak semua barang harus dibersihkan dengan spons. Beberapa bahan tidak tahan terhadap kelembapan spons atau tekstur yang dapat merusak spons itu sendiri. 

Baca juga: 7 Manfaat Spons yang Tidak Terduga, Bukan Cuma untuk Cuci Piring

Untuk mencegah masalah kebersihan dan kerusakan pada peralatan, dua ahli kebersihan membagikan beberapa barang yang tidak boleh dibersihkan dengan spons dan apa yang sebaiknya digunakan sebagai gantinya, seperti dikutip dari The Spruce, Kamis (11/9/2025). 

Peralatan masak antilengket

Ilustrasi wajan antilengket.Unsplash/towfiqu999999 Ilustrasi wajan antilengket.
Berbeda dengan peralatan masak stainless steel yang tahan terhadap gosokan, panci dan wajan antilengket lebih rapuh.

"Lapisan antilengket sangat tipis—sering kali lebih tipis dari rambut manusia," kata Trish Duarte, Presiden MaidPro Temecula--layanan kebersihan rumah asal Amerika Serikat. 

Sisi lembut spons menciptakan goresan mikroskopis, sementara partikel abrasif pada sisi "antigores" akan merusak lapisan seiring waktu. 

Sebagai alternatif, Duarte menyarankan menggunakan kain lap khusus atau sikat bambu yang dirancang untuk permukaan antilengket. 

Baca juga: 5 Jenis Spons Dapur yang Wajib Dimiliki di Rumah

Parutan 

Selanjutnya, barang yang tidak boleh dibersihkan dengan spons adalah parutan. Tepi tajam parutan tidak sebanding dengan spons.

"Parutan merobek spons hampir seketika, meninggalkan serat-serat kecil yang menempel pada parutan dan dapat dengan mudah berpindah ke adonan keju atau parutan jeruk  berikutnya," kata Karina Toner, Manajer Operasional Spekless--layanan kebersihan rumah asal Amerika Serikat. 

Sebaliknya, Karina menyarankan segera membilas parutan di bawah air mengalir yang deras setelah digunakan.

"Sikat piring berbulu kaku jauh lebih efektif membersihkan lekukan kecil tanpa meninggalkan serat," tambah Toner.

Jika ingin cara lebih cepat membersihkan parutan, gosokkan potongan lemon ke permukaan untuk melonggarkan serpihan dan potongan yang lengket sebelum membilasnya hingga bersih. 

Baca juga: Seberapa Sering Harus Mengganti Spons Cuci Piring?

Talenan dan peralatan kayu

Ilustrasi spons cuci piring.Unsplash/pillepriske Ilustrasi spons cuci piring.
Tekstur spons menciptakan abrasi mikro yang merusak lapisan kayu. Selain itu, ada kekhawatiran tambahan tentang kelembapan.

"Kemampuan super spons—menahan air—adalah musuh terburuk kayu," kata Duarte.

Spons mendorong kelembapan jauh ke dalam serat kayu yang berpori, menyebabkan lengkungan, keretakan, dan pertumbuhan bakteri. 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau