Penulis
KOMPAS.com -Kita semua sering kali terlalu malas memperhatikan etika mencuci. Kita memasukkan semuanya ke mesin cuci, dari pakaian, sweater, jeans, pakaian dalam, seprai, hingga kaus kaki.
Tujuannya, menghemat waktu dan tenaga mencuci pakaian dalam satu muatan sehingga lebih cepat serta ringan.
Baca juga: Berapa Banyak Detergen yang Harus Digunakan saat Mencuci Pakaian?
Namun, perlu diketahui, tidak semua barang ini boleh dicuci bersama, baik di mesin cuci maupun dengan tangan.
Misalnya saja, celana dalam dengan pakaian lainnya, entah itu jeans maupun sweater.
Meski secara teknis memungkinkan mencuci celana dalam dicampur dengan cucian lain, hal ini tidak disarankan untuk menjaga kebersihan dan perawatan pakaian secara optimal.
Celana dalam sering kali terbuat dari kain halus, seperti bambu, yang memerlukan perawatan khusus saat dicuci.
Selain itu, faktor kesehatan juga menjadi alasan mengapa harus mencuci celana dalam terpisah dari pakaian lain.
Baca juga: Begini Cara Mencuci Celana Dalam Baru Sebelum Dipakai
Ilustrasi celana dalam.Pakaian dalam, sebagai pakaian intim, membawa bakteri dan cairan tubuh yang memerlukan perhatian khusus. Karena itu, disarankan mencuci celana dalam secara terpisah dari pakaian lainnya untuk menjaga kebersihan dan mencegah kontaminasi silang.
Mencuci celana dalam bersama pakaian biasa dapat merusak struktur dan mengurangi keutuhannya, yang menyebabkan ketidaknyamanan atau kerusakan dini.
Pada akhirnya, meski mungkin tampak nyaman untuk mencampur pakaian dalam dengan cucian lainnya, sebaiknya berhati-hati dan mencucinya secara terpisah.
Namun, jika bertekad mencuci pakaian dalam bersama pakaian lain, ada beberapa pertimbangan yang perlu diingat.
Pertama dan terpenting, pastikan celana dalam bersih dan bebas noda atau bau yang terlihat. Selain itu, pilih detergen lembut yang cocok untuk pakaian dalam dan pakaian biasa untuk menghindari iritasi kulit dan kerusakan kain.
Baca juga: Haruskah Mencuci Pakaian Dalam Baru Sebelum Memakainya? Ini Bahayanya
Ilustrasi celana dalam.Mencampur celana dalam dengan pakaian biasa meningkatkan risiko penularan bakteri dan cairan tubuh.