Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Dampak Buruk Menjemur Pakaian di Luar Ruangan

Kompas.com, 8 Oktober 2025, 11:10 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber The Spruce

KOMPAS.com - Menjemur pakaian di luar ruangan atau di bawah sinar matahari langsung menjadi kebiasaan yang dilakukan orang Indonesia.

Selain mengeringkan baju dengan cepat, menjemur pakaian di luar ruangan dapat membantu menghemat uang dengan menurunkan tagihan listrik, menjaga lingkungan hidup, serta memutihkan pakaian putih. 

Baca juga: Cara Menjemur Pakaian yang Benar agar Awet dan Bebas Bau

Meski begitu, menjemur pakaian di bawah sinar matahari langsung tidak selalu baik dan disarankan karena dapat berdampak buruk pada baju atau kain itu sendiri serta mempengaruhi kesehatan kamu.

Nah, dilansir dari The Spruce, Rabu (8/10/2025), berikut sejumlah dampak buruk menjemur pakaian di luar ruangan. 

Polusi dan alergen

Ilustrasi menjemur pakaian. PIXABAY/JILL WELLINGTON Ilustrasi menjemur pakaian.

Bayangan tali jemuran yang digantung di dekat padang rumput yang indah dan harum memang indah, terutama jika kamu tinggal di kota atau kawasan komersial.

Meski memiliki padang rumput yang indah di dekatnya, beberapa orang sensitif terhadap serbuk sari atau spora jamur dan memiliki alergi lingkungan.

Alergen ini dapat mengganggu bagi mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, asma, dan alergi terhadap serbuk sari.

Perhatikan apa yang ada di sekitar rumah. Kamu mungkin tidak ingin cucian bersih menyerap bau dari polusi mobil, jalan raya, peternakan hewan yang bau, atau pabrik. 

Baca juga: 5 Manfaat Menjemur Pakaian di Luar Ruangan 

Noda serangga dan kotoran hewan

Selain polusi dan alergen, dampak buruk menjemur pakaian di luar ruangan adalah terkena noda serangga dan kotoran hewan, seperti burung.

Kecelakaan ini bisa saja terjadi mengenai pakaian kamu kapan pun. Burung yang baru saja memakan buah beri merah, hitam, atau ungu sangat bermasalah karena dapat menimbulkan noda yang sulit dihilangkan.

Selain itu, berhati-hatilah jika menggantung pakaian dengan benang yang menggantung. Burung yang bersarang akan mencari benang pada sweater rajut atau benang yang lepas untuk mencari bahan bersarang dan berpotensi merusak pakaian.

Sebagai solusi kamu bisa mengeringkan pakaian dengan mesin pengering, kemudian menjemurnya di dalam ruang mencuci atau teras dan balkon rumah. 

Baca juga: 6 Keuntungan Menjemur Pakaian di Luar Ruangan

Kondisi cuaca buruk

Ilustrasi menjemur pakaian.Shutterstock/nednapa Ilustrasi menjemur pakaian.
Pakaian membutuhkan cuaca cerah dan kering agar kering sepenuhnya. Namun, terkadang, angin kencang dapat menerbangkan kotoran dan debu yang menodai pakaian atau kain yang dijemur. 

Hari-hari yang sangat berangin juga dapat melepaskan cucian dari jemuran, membuatnya lebih kotor dari sebelumnya. Hal terburuk adalah ketika hujan deras tiba-tiba turun atau badai petir datang saat kamu tidak di rumah. Ini bisa membuat cucian kembali basah lagi dan kotor.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau