Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Catat, Ini Siklus Mesin Cuci yang Seharusnya Digunakan

Kompas.com, 19 Oktober 2025, 19:48 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

KOMPAS.com - Mesin cuci saat ini berbeda dengan dulu. Beberapa mesin cuci terbaru kini memiliki lebih dari selusin siklus pencucian dan ada banyak hal lain yang perlu dipertimbangkan, termasuk suhu air, kecepatan putaran, durasi siklus, serta pengadukan.

"Teknologi mesin cuci dan pengering kini semakin canggih. Tujuannya mempermudah proses mencuci sekaligus membuat pakaian lebih bersih, lebih cepat dengan lebih sedikit air dan energi—sebuah tugas yang cukup ambisius!," jelas Jessica Petrino, pendidik dan pakar peralatan di AJ Madison--sebuah bisnis keluarga dengan ruang pamer mewah di Miami, Atlanta, Amerika Serikat. 

Baca juga: 8 Barang Rumah Tangga yang Dapat Dicuci di Mesin Cuci

Petrino juga menunjukkan banyaknya pilihan pakaian yang dapat dicuci dengan mesin cuci yang tersedia bagi konsumen saat ini.

Munculnya tren athleisure, kain performa tinggi, dan semakin menekankan material berkualitas tinggi dan berkelanjutan membuat orang-orang berinvestasi lebih banyak pada barang-barang berkualitas untuk lemari pakaian mereka dengan keinginan untuk menyimpan serta merawat pakaian selama bertahun-tahun mendatang.

"Dengan maraknya tren athleisure, ini bukan hanya tentang siklus pencucian lebih banyak—kami juga melihat lonjakan penggunaan detergen kapsul, penguat pewangi, dan produk cucian ramah lingkungan," ucap Petrino dilansir dari Martha Stewart, Minggu (18/10/2025). 

Siklus mesin cuci yang seharusnya digunakan secara teratur?

Ilustrasi mesin cuci.Shutterstock/Pixel-Shot Ilustrasi mesin cuci.
Menurut Petrino, banyak rumah tangga lebih mengandalkan siklus "normal" atau "muatan campuran" dibanding yang lain.

"Apa pun versi siklus yang dimiliki mesin cuci kamu, suhu dan kecepatan putaran tetap berada dalam kisaran aman untuk mencuci berbagai jenis kain secara bersamaan," imbuh Petrino.

Meski banyak rumah tangga mengandalkan opsi serbaguna ini, sebaiknya menjajaki beberapa siklus khusus penting yang dapat memberikan perawatan dan kinerja lebih baik. 

Baca juga: 3 Tempat Terbaik Meletakkan Mesin Cuci di Rumah 

Selain itu, walau banyak orang mengabaikan semua siklus, kecuali siklus "muatan campuran", memasukkan celana dan kaus bersama handuk dan seprai, kata Petrino, mencuci seprai dan pakaian secara bersamaan (memisahkan pakaian putih dari pakaian cerah) justru dapat meningkatkan kinerja pembersihan.

"Menyesuaikan siklus pencucian dengan jenis kain membantu memastikan pembersihan lebih efektif dan lembut," ujarnya.

Ia menambahkan hal ini juga dapat mencegah barang-barang kecil, seperti kaus kaki, terjebak di dalam seprai. 

Siklus mesin cuci lainnya yang seharusnya digunakan?

Ilustrasi mesin cuci.Unsplash/PlanetCare Ilustrasi mesin cuci.
Ya, itu tergantung pada jenis pakaian yang dicuci. Jika memiliki pakaian berbahan halus, pilih siklus "delicate" yang akan merawat kain halus.

Menurut Petrino, siklus mesin cuci ini dapat membantu pakaian mempertahankan bentuk dan kelembutannya, bahkan setelah dicuci berkali-kali. 

"Quick Wash" adalah pilihan baik ketika kamu kekurangan waktu dan perlu mencuci pakaian dalam jumlah kecil dalam 30 menit atau kurang.

Petrino mencatat beberapa mesin cuci sebenarnya memiliki siklus 15 menit—sangat cocok untuk menghilangkan noda pada kaus favorit yang rencananya akan kamu pakai nanti.

Baca juga: 6 Jenis Pakaian yang Tidak Boleh Masuk Mesin Cuci 

Banyak mesin cuci juga memiliki siklus cuci tangan dan ini memberikan pencucian lebih lembut daripada pengaturan pencucian standar. 

Namun, kata Petrino, itu tidak sepenuhnya meniru pencucian tangan yang sebenarnya. Putaran yang lebih rendah dan kecepatan putaran lebih lambat dapat membantu melindungi kain halus. 

Namun, untuk pakaian yang hanya perlu dicuci tangan, sebaiknya tidak menggunakan siklus mesin cuci ini. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau