Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Tanaman Beracun untuk Anak-anak dan Hewan Peliharaan, Jauhkan

Kompas.com, 20 Oktober 2025, 20:00 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber Ideal Home

KOMPAS.com - Tanaman dalam ruangan memiliki sejumlah manfaat di rumah, dari memurnikan udara, mengurangi stres, hingga menambahkan sentuhan hijau yang indah.

Meski begitu, perlu berhati-hati merawat tanaman hias dalam ruangan ketika memiliki anak atau hewan peliharaan di rumah. 

Baca juga: Jangan Letakkan 4 Tanaman Hias Ini di Pintu Masuk Rumah 

Pasalnya, ada beberapa tanaman hias beracun untuk anak dan hewan peliharaan. Apalagi, mengingat, anak kecil dan hewan peliharaan memiliki rasa penasaran yang tinggi.

"Anak-anak dan hewan peliharaan paling rentan terhadap tanaman beracun karena mereka lebih cenderung mengunyah bagian-bagian tanaman, mungkin menggosoknya, kemudian menyentuh wajah," ucap Morris Hankinson, direktur Hopes Grove Nurseries Ltd.

Bila tidak sengaja menelannya, tanaman beracun ini dapat menyebabkan potensi bahaya, bahkan berisiko fatal. 

Maka itu, perlu ekstra hati-hati dan menjauhkannya dari anak-anak serta sahabat bulu. Untuk lebih aman, dapat memilih tanaman hias yang tidak beracun di rumah. 

Nah, disadur dari Ideal Home, Senin (20/10/2025), berikut sejumlah tanaman beracun untuk anak-anak dan hewan peliharaan di rumah. 

Tanaman monstera dan keju Swiss 

Ilustrasi tanaman hias Monstera Deliciosa di dalam ruangan.SHUTTERSTOCK/SOZINA KSENIIA Ilustrasi tanaman hias Monstera Deliciosa di dalam ruangan.
Emily Boardman, konsultan nutrisi dan dokter hewan di Burns Pet Nutrition, mengatakan tanaman monstera dan keju Swiss bukanlah pilihan bijak jika kamu memiliki hewan peliharaan karena mengandung "kristal kalsium oksalat yang tidak larut, yang dapat menyebabkan pembengkakan pada jaringan mulut hewan peliharaan. 

Kucing lebih cenderung menjilati benda-benda di rumah sehingga berisiko lebih tinggi sakit meski sama beracunnya bagi anjing.

"Untungnya, kebanyakan kucing secara alami tidak suka dengan rasanya yang tidak enak dan  cenderung tidak mengonsumsinya dalam jumlah cukup untuk menimbulkan efek serius," tambah Emily.

Namun, tanaman ini dapat menyebabkan saluran pernapasan kucing membengkak. Walau tidak ada komplikasi fatal, kucing tetap bisa sangat kesakitan setelah mencicipi tanaman ini.

Efek samping lain yang tidak diinginkan, termasuk muntah. 

Baca juga: 5 Tanaman Hias Merambat yang Cepat Tumbuh dan Mudah Dirawat

Bunga lili perdamaian

Selanjutnya, tanaman beracun untuk anak-anak dan hewan peliharaan di rumah adalah bunga lili perdamaian atau peace lily

Banyak dari kita mungkin menyadari bunga lili beracun bagi kucing, tetapi bunga ini juga dapat menimbulkan masalah di rumah yang memiliki anjing atau anak kecil.

Sama dengan tanaman monstera, bunga lili perdamaian juga mengandung kristal kalsium oksalat.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau