Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Barang Elektronik yang Tidak Boleh Ditinggalkan Dalam Mode Siaga

Kompas.com, 23 Oktober 2025, 08:28 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber Ideal Home

KOMPAS.com - Banyak dari kita sering meninggalkan barang elektronik dalam keadaan siaga atau mode siaga, yang berarti membiarkan peralatan tetap tercolok ke stopkontak. 

Padahal, barang elektronik ini tetap dapat mengonsumsi listrik meski tidak dinyalakan dan sedang digunakan. Bahkan terus-menerus membiarkan peralatan tercolok dapat berisiko buruk pada properti kamu. 

Baca juga: 5 Peralatan Elektronik yang Harus Dicabut dari Stopkontak Saat Cuaca Panas 

"Rata-rata rumah tangga menghabiskan £50 hingga £86 (Rp1 juta sampai Rp1,9 juta) setiap tahun untuk listrik perangkat dalam mode siaga menurut Energy Saving Trust," kata Nick Bunce, pakar TV dan game di AO.

Mitchell Wray dari National Insulation Supplies mengatakan barang elektronik dalam mode siaga membutuhkan sedikit daya secara terus-menerus untuk mempertahankan fungsi siaganya.

"Meski sedikit, daya ini akan bertambah secara signifikan seiring waktu," ucap Mitchell. 

Di tengah krisis biaya hidup yang sedang berlangsung, mengurangi pengeluaran dan tagihan listrik sebisa mungkin tentu menjadi prioritas.

Nah, dikutip dari Ideal Home, Kamis (23/10/2025), berikut sejumlah barang elektronik yang tidak boleh ditinggalkan dalam mode siaga. 

TV

Ilustrasi TV.Unsplash/thommilkovic Ilustrasi TV.
Membiarkan TV dalam mode siaga akan meningkatkan konsumsi listrik TV secara signifikan. Jadi, cobalah menghindari hal itu.

"Membiarkan TV dalam keadaan siaga bisa menghabiskan biaya hingga £60,27 per tahun (Rp1,3 juta). Mungkin tampak tidak perlu, tetapi sedikit usaha ekstra untuk mematikan TV di sakelar dapat menghemat banyak uang," kata Mitchell.

Untuk TV, aliran daya yang terus-menerus mungkin digunakan untuk menyalakan fitur-fitur, seperti tampilan jam dan lampu sensor serta untuk menjaga komponen tetap hangat agar dapat menyala kembali lebih cepat. 

Baca juga: 5 Barang Elektronik yang Tidak Boleh Dinyalakan Bersamaan, Bahaya!

Konsol game 

Selanjutnya, barang elektronik yang tidak boleh ditinggalkan dalam mode siaga adalah konsol game.

Tidak semua orang memiliki konsol game, tetapi jika kamu seorang gamer yang rajin atau tinggal bersama anak-anak, kemungkinan besar memiliki satu, bahkan dua konsol game di rumah, baik PlayStation maupun Xbox.

Ketika dibiarkan dalam keadaan siaga, konsol-konsol ini berperilaku seperti TV, menggunakan sumber daya yang konstan untuk fungsi yang serupa.

Itulah sebabnya Mitchell menyarankan mencabutnya dari stopkontak demi menghemat biaya listrik tahunan.  

Nick menambahkan, sama dengan TV, konsol game sering kali menghabiskan daya siaga yang cukup besar agar tetap siap untuk pembaruan atau aktivasi jarak jauh.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau