Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Singkirkan Jam Rusak dari Rumah, Ini Dampak Buruknya Menurut Feng Shui

Kompas.com, 22 November 2025, 20:25 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Feng shui bukan sekadar urusan dekorasi, tetapi cara menyeimbangkan energi di rumah agar kehidupan berjalan harmonis. 

Menurut feng shui, benda sekecil jam bisa memengaruhi aliran energi. Lalu, apakah jam rusak berdampak buruk menurut feng shui? Dilansir dari Open Space Feng Shui, berikut adalah penjelasannya.

Mengapa jam rusak bisa berdampak buruk menurut feng shui?

Ada beberapa alasan mengapa menyimpan jam rusak di rumah tidak dianjurkan, yakni:

Baca juga: Bawa Feng Shui Buruk, Ini Penempatan Cermin yang Harus Dihindari di Kamar Tidur

Membawa energi stagnan

Jam yang rusak membawa energi stagnan, sama seperti benda-benda lain yang tidak terpakai. Energi stagnan ini bisa membuat penghuni rumah merasa lelah dan gelisah. 

Untuk menjaga aliran energi tetap lancar, sebaiknya singkirkan jam rusak dan ganti dengan jam yang berfungsi dengan baik.

Ganggu pertumbuhan pribadi 

Feng shui menekankan pentingnya area "belajar dan berkembang" dalam bagua rumah. Menaruh jam rusak di area ini dapat menghambat kemajuan dan pencapaian. 

Anak-anak yang berada di lingkungan dengan energi stagnan juga dapat terpengaruh dalam perkembangan mereka. Oleh karena itu, memastikan benda-benda di sekitar mendukung pertumbuhan pribadi adalah kunci untuk energi positif dan kemajuan berkelanjutan.

Baca juga: Ada Jangkrik Masuk ke Rumah, Ini Artinya Menurut Feng Shui

Mengurangi produktivitas 

Jam berfungsi sebagai pengingat waktu dan membantu pengelolaan aktivitas sehari-hari. Jam yang rusak jelas tidak bisa melakukan fungsi ini, sehingga secara tidak langsung dapat membuat kita kurang produktif. 

Dengan jam yang berfungsi, penghuni rumah menjadi lebih sadar waktu dan lebih efisien dalam menyelesaikan tugas-tugas harian.

Tips feng shui untuk penempatan jam di rumah 

Berikut adalah beberapa tips penempatan jam di rumah agar mendatangkan feng shui baik:

  • Selalu gunakan jam yang berfungsi dengan baik, terutama di ruang utama atau area kerja.
  • Jangan menempatkan jam rusak di area yang berhubungan dengan pertumbuhan, pembelajaran, atau produktivitas.
  • Jika jam memiliki nilai sentimental, pertimbangkan untuk menyimpannya di tempat yang tidak terlihat atau dijadikan koleksi, bukan sebagai hiasan aktif.
  • Periksa jam secara berkala agar tetap berfungsi, sehingga dapat menjaga aliran energi dan produktivitas tetap optimal.

Baca juga: 3 Tempat Terbaik Meletakkan Tanaman Monstera di Rumah Menurut Feng Shui

Benda-benda lain yang harus disingkirkan dari rumah menurut feng shui 

Dilansir dari Homes and Gardens, berikut adalah benda-benda yang juga sebaiknya disingkirkan dari rumah.

Tanaman kering dan mati

Tanaman hias memang sering digunakan untuk menambah keindahan sekaligus menyegarkan udara di rumah. 

Namun, jika tanaman sudah kering, layu, atau mati, feng shui menganggapnya sebagai simbol stagnasi dan hilangnya pertumbuhan. 

Energi positif yang seharusnya mengalir di rumah bisa terhambat oleh kehadiran tanaman ini. Oleh karena itu, sangat penting untuk segera membuang atau menggantinya dengan tanaman segar. 

Baca juga: 7 Barang yang Harus Disingkirkan dari Dapur demi Bawa Feng Shui Baik

Tanaman yang sehat melambangkan kehidupan, vitalitas, serta membawa nuansa baru yang lebih berenergi.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau