Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Buang Air Mendidih ke Wastafel Dapur, Ini Bahayanya!

Kompas.com, 2 Desember 2025, 07:24 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

KOMPAS.com - Kebanyakan dari kita menuangkan berbagai hal ke wastafel dapur tanpa berpikir dua kali, termasuk air mendidih.

Padahal, faktanya, menuangkan air mendidih ke wastafel dapur justru lebih berbahaya daripada bermanfaat, baik itu air pasta yang baru saja keluar dari panci maupun upaya untuk melarutkan lemak.

Air mendidih dapat merusak saluran pembuangan wastafel sehingga harus menghindari menuangkan air mendidih ke wastafel yang lambat mengalir atau tersumbat. 

Baca juga: Cara Membersihkan Saluran Pembuangan Wastafel Dapur dengan Bahan Alami

Bagaimana air mendidih merusak pipa? 

Ilustrasi wastafel dapur.Unsplash/3dottawa Ilustrasi wastafel dapur.
Jika dapur masih menggunakan pipa besi cor atau tembaga dari beberapa dekade lalu, pipa-pipa tersebut dapat menahan panas yang sangat tinggi.

Namun, kebanyakan dari kita telah merenovasi dapur atau tinggal di rumah baru di mana tukang ledeng memasang pipa PVC di bawah wastafel.

Dilansir dari Southern Living, Selasa (2/12/2025), PVC terbuat dari plastik yang tahan lama, tetapi tidak cukup tahan lama untuk menahan suhu air mendidih, yaitu 100 derajat Celsius.

Beberapa saluran air panas dapat menahan suhu hingga 100 derajat Celsius, tetapi sebagian besar pipa pembuangan tidak.

Pipa-pipa ini dirancang untuk menahan air panas bersuhu 60 derajat Celsius yang berasal dari keran, tetapi tidak lebih. 

Jika membuang air mendidih ke wastafel dapur yang mengalir cepat, pipa-pipa tersebut mungkin tidak akan rusak, melainkan oipa pembuangan yang lambat atau tersumbat akan terpapar panas ekstrem lebih lama.

Air mendidih dapat membuat pipa melunak dan melorot, bahkan terlepas jika lemnya meleleh atau pipanya melengkung.

Selain itu, tidak ada jaminan bahwa penyumbatan akan berdampak lain selain terdorong sedikit lebih jauh ke dalam pipa. 

Baca juga: Sering Buang Ampas Kopi ke Wastafel, Apa Akibatnya?

Cara mangatasinya 

Jangan ambil risiko membuang air panas wastafel, terlebih jika memiliki sistem pipa modern di dapur. Sebaliknya, biarkan air pasta mendingin selama 10 atau 15 menit sebelum  menuangkannya ke wastafel dapur. 

Jika tidak punya waktu untuk menunggu, kamu dapat mengalirkan air dingin dari keran sambil menuangkan pasta ke dalam saringan.

Bagaimana dengan penyumbatan? Tukang ledeng menyarankan mencoba menggunakan penyedot atau drain snake atau zipper terlebih dahulu untuk melihat apakah dapat menghilangkan sumbatan dari pipa.

Jika wastafel dapur tidak mengalir sama sekali, gunakan penyedot. Namun, apabila semua metode ini tidak berhasil, kamu harus memanggil tukang ledeng.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau