Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Dibuang, Ini 4 Cara Jenius Menggunakan Ampas Kopi di Rumah

Kompas.com, 10 Desember 2025, 16:02 WIB
Elma Pinkan Yulianti,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Ampas kopi kerap berakhir di tempat sampah dapur setiap kali selesai menyeruputnya.

Namun, bila kamu merawat tanaman di rumah, sebaiknya menghentikan kebiasaan membuang ampas kopi. Sebab, ampas kopi dapat dimanfaatkan untuk tanaman serta kebun. 

Baca juga: Betulkah Ampas Kopi Dapat Mengusir Siput dari Tanaman dan Kebun?

Hal ini karena ampas kopi mengandung berbagai zat bermanfaat, seperti antioksidan, nitrogen, fosfor, serat, protein, serta kafein--bahan-bahan yang dapat menyuburkan tanaman. 

Selain itu, ampas kopi dapat digunakan untuk berbagai kegiatan pembersihan di rumah. 

Nah, dirangkum dari Better Homes and Gardens, Rabu (10/12/2025), berikut sejumlah cara menggunakan ampas kopi di rumah dan cara mengaplikasikannya. 

Pengomposan

Ilustrasi ampas kopi.SHUTTERSTOCK/Monthira Ilustrasi ampas kopi.
Salah satu cara memanfaatkan ampas kopi di kebun adalah mengubahnya menjadi kompos.
Kompos alami biasanya terbuat dari bahan hijau, bahan basah yang kaya nitrogen dan bahan coklat, serta bahan kering yang kaya karbon.

Ampas kopi mengandung rasio nitrogen dan karbon yang tinggi, yang dianggap sebagai bahan pengomposan hijau.

Jika ingin membuat ampas kopi menjadi kompos, campurkan ampas kopi dengan bahan coklat menggunakan perbandingan 1:2 atau 1:3, sejumlah dua atau tiga kali lipat volume ampas kopi.

Diamkan kompos hingga lima bulan, lalu campurkan dengan tanah kebun untuk tanaman dan tanah yang lebih sehat. 

Baca juga: Sering Buang Ampas Kopi ke Wastafel, Apa Akibatnya? 

Bahan pembersih alami untuk perabotan

Selanjutnya, cara menggunakan ampas kopi di rumah adalah bahan pembersih alami untuk perabotan. 

Jika memiliki perabotan rumah yang kotor, seperti wajan dan panci, dengan noda membandel, bisa menggunakan ampas kopi sebagai bahan tambahan untuk mengangkat kotoran tersebut.

Caranya, menaburkan ampas kopi di atas panci yang kotor dan gosok menggunakan spon atau sabut gosok hingga bersih.

Sifat abrasif dari ampas kopi membantu mengangkat sisa noda yang menempel pada panci, wajan, dan perabotan rumah tangga lainnya.

Selain itu, kopi adalah penghilang bau alami sehingga kamu tidak perlu khawatir dengan bau tak sedap yang sulit dihilangkan. 

Baca juga: Menaruh Ampas Kopi di Kulkas, Apa Manfaatnya? 

Menyamarkan goresan pada furnitur kayu 

Ampas kopi ternyata dapat digunakan untuk menyamarkan goresan pada furnitur kayu.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau