Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Meletakkan Patung Kucing di Dekat Pintu Masuk Rumah, Apa Manfaatnya?

Kompas.com, 22 Desember 2025, 21:48 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Ornamen kucing dengan satu kaki terangkat, yang dikenal sebagai maneki neko, sudah lama menjadi simbol keberuntungan dalam budaya Jepang.

Figur ini kerap terlihat di etalase toko, di dekat mesin kasir, serta di area pintu masuk restoran dan rumah.

Namun, menurut praktisi feng shui, maneki neko bukan sekadar hiasan. Penempatannya yang tepat diyakini dapat membantu mengundang energi positif, kemakmuran, dan kebahagiaan ke dalam rumah.

Asal-usul maneki neko

Maneki neko berarti “kucing pemanggil” atau “kucing yang mengundang”. Figur ini memiliki sejarah panjang dalam budaya Jepang dan dipercaya berasal dari sekitar abad ke-16.

Baca juga: Lokasi Terbaik Meletakkan Kaktus Natal di Rumah Menurut Feng Shui

Konsultan feng shui, Preetibala Sharma, yang telah menekuni feng shui selama lebih dari 25 tahun, menjelaskan bahwa kisah maneki neko berkaitan dengan Kuil Gotokuji di dekat Tokyo.

Dalam salah satu cerita populer, seorang pengelana melihat seekor kucing yang mengangkat kakinya seolah memanggil.

Karena penasaran, dia mengikuti kucing tersebut. Tidak lama kemudian, petir menyambar tepat di tempat dia berdiri sebelumnya.

Merasa nyawanya terselamatkan, sang pengelana meyakini kucing itu membawa keberuntungan. Sejak saat itulah maneki neko dikenal sebagai simbol perlindungan dan kemakmuran.

Baca juga: 3 Warna Cat yang Paling Cocok untuk Kamar Mandi Menurut Feng Shui

Makna kaki yang terangkat

Maneki neko hadir dalam beberapa variasi, terutama pada kaki yang diangkat. Dalam feng shui, detail ini memiliki makna penting.

Maneki neko dengan kaki kanan terangkat dipercaya menarik rezeki dan keberuntungan finansial.

Sementara itu, kucing dengan kaki kiri terangkat diyakini menarik lebih banyak orang, tamu, atau pelanggan.

Karena itu, maneki neko berkaki kiri sering ditempatkan di pintu masuk toko atau restoran, sedangkan di rumah tinggal lebih umum digunakan yang mengangkat kaki kanan.

Baca juga: Rumah Tusuk Sate, Betulkah Memiliki Energi Negatif Dalam Feng Shui?

Penempatan maneki neko menurut feng shui

Menurut Preetibala, lokasi terbaik untuk meletakkan maneki neko di rumah adalah area pintu masuk, dengan posisi menghadap pintu depan.

Penempatan ini dipercaya membantu “menyambut” energi positif yang masuk ke dalam rumah.

“Di area ini, maneki neko seolah melihat orang yang datang dan pergi. Dalam kepercayaan feng shui, hal tersebut membuat energinya semakin aktif dan membawa keberuntungan,” kata Preetibala.

Selain di pintu masuk, Maneki Neko juga bisa ditempatkan di ruang kerja atau di atas meja kerja untuk mendukung energi kesuksesan, fokus, dan pengetahuan.

Baca juga: 6 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Menata Ruang Tamu Menurut Feng Shui

Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Maneki neko sebaiknya diletakkan di posisi yang sedikit lebih tinggi, bukan langsung di lantai. Selain itu, ornamen ini sebaiknya berada di area yang aktif dan sering digunakan.

“Jangan meletakkannya di dalam lemari atau ruangan yang jarang dipakai. Maneki neko diasosiasikan dengan energi sosial dan interaksi,” pungkas Preetibala.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau