Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

[TREN 2026] 5 Warna Cat Kabinet Dapur yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompas.com, 29 Desember 2025, 09:44 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

Sumber The Spruce

KOMPAS.com - Tren desain dapur terus mengalami perubahan seiring berkembangnya gaya hidup dan preferensi visual. 

Setelah hampir satu dekade dapur serba putih dan abu-abu mendominasi, arah desain kini mulai bergerak ke nuansa yang lebih hangat, natural, dan berkarakter. 

Menjelang tahun 2026, para desainer interior melihat warna kabinet dapur kembali menjadi elemen utama dalam menciptakan suasana ruang yang nyaman, personal, dan tetap relevan dengan tren jangka panjang.

Warna cat kabinet dapur yang akan populer 

Dirangkum dari The Spruce, berikut ini beberapa warna cat kabinet dapur yang diprediksi akan sangat populer di tahun 2026 menurut para desainer interior.

Baca juga: 4 Material Terbaik untuk Kabinet Dapur

Warna netral yang suram

Warna netral dengan kesan suram dan membumi diperkirakan akan mendominasi dapur modern. Pilihan seperti abu-abu jamur, cokelat muda lembut, hingga hijau redup dinilai mampu memberikan kesan hangat sekaligus stabil pada ruang dapur. 

Warna-warna ini terasa abadi dan tidak mudah ketinggalan zaman, sehingga cocok untuk renovasi jangka panjang.

Beralih dari dapur serba putih ke palet netral alami juga relatif mudah dilakukan. Warna ini fleksibel dipadukan dengan material alami seperti kayu dan batu, sekaligus tetap serasi dengan elemen modern. 

Penggunaan dua warna pada kabinet atas dan bawah juga semakin diminati karena dapat menambah dimensi visual tanpa membuat dapur terlihat terlalu ramai.

Baca juga: 6 Cara Menata Kabinet Dapur agar Tetap Rapi dan Terorganisir

Putih krim

Meski dapur putih sempat menuai kritik, tren ini belum sepenuhnya ditinggalkan. Namun, warna putih yang diprediksi populer di 2026 adalah putih krim dengan nuansa hangat. Warna ini menciptakan kesan bersih tanpa terasa dingin atau kaku.

Putih krim mampu membuat dapur terasa lebih ramah dan lebih hidup, bukan sekadar tampilan seperti ruang pamer. 

Warna ini juga sangat cocok dikombinasikan dengan elemen kayu alami yang semakin sering digunakan pada dapur modern. Perpaduan tersebut membantu menghadirkan keseimbangan antara tampilan terang dan rasa hangat yang nyaman.

Baca juga: 6 Ide Kabinet Kamar Mandi yang Cocok untuk Berbagai Gaya Interior

Merah tua dan burgundy

Untuk tampilan dapur yang lebih berani, warna merah tua dan burgundy diperkirakan akan kembali populer. Meski tergolong warna gelap, palet ini justru memberikan kesan mewah dan sophisticated jika diaplikasikan dengan tepat.

Bagi kamu yang masih ragu mengecat seluruh kabinet dengan warna ini, penerapannya bisa dimulai dari meja dapur saja. Cara ini efektif menciptakan focal point yang kuat tanpa membuat ruangan terasa berat. 

Kombinasi dengan pencahayaan berlapis, aksen kayu alami, serta finishing cat yang tepat akan membuat warna ini tampil maksimal.

Baca juga: 6 Ide Warna Kabinet Dapur yang Cocok Dipadukan dengan Lantai Abu-abu

Kuning mentega 

Kuning juga kembali dilirik, tetapi dalam versi yang lebih lembut. Kuning mentega memberikan kesan ceria dan segar tanpa terasa terlalu mencolok. 

Warna ini mampu mencerahkan dapur sekaligus menciptakan suasana hangat yang menyenangkan untuk aktivitas sehari-hari.

Agar tampil seimbang, kuning mentega sebaiknya dipadukan dengan warna putih hangat, batu alam, atau kayu berwarna lembut. Kombinasi tersebut membantu menenangkan tampilan dapur dan membuat warna kuning terlihat lebih elegan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau