KOMPAS.com – Handuk digunakan setiap harinya, setidaknya sekali dalam sehari. Tak heran, handuk bisa menjadi kotor, basah atau berat, hingga bau.
Tak hanya itu, seiring penggunaan, handuk dapat menipis, yang menyebabkannya tidak bisa lagi menyerap air dengan maksimal.
Baca juga: 6 Penyebab Handuk Bau Apak Setelah Dicuci
Namun, tanpa disadari, ada beberapa kebiasaan mencuci yang membuat handuk lebih cepat rusak dan memperpendek masa pakainya.
Nah, dilansir dari Real Simple, Kamis (8/1/2026), berikut sejumlah kebiasaan mencuci handuk yang bikin cepat rusak.
Ilustrasi handuk putih. Kapan harus mengganti handuk baru?Namun, hal itu sebenarnya keliru. “Terlalu banyak detergen akan membuat warna handuk kusam, terasa kaku, dan mengurangi daya serap,” kata Frances Kozen, dosen ilmu serat di Universitas Cornell, Amerika Serikat.
Jumlah detergen yang disarankan biasanya didasarkan pada ukuran muatan cucian, bukan tingkat kekotorannya.
Karena itu, tidak perlu menambahkan detergen meski handuk terlihat sangat kotor. Sebaiknya, tetap ikuti petunjuk dan rekomendasi produsen saat mencuci handuk.
Selain itu, penggunaan detergen berlebihan dapat membuat handuk sulit terbilas dan menyebabkan sisa sabun menumpuk pada serat kain.
Jika handuk telanjur terkena terlalu banyak sabun, coba rendam handuk di bak mandi selama sekitar satu jam menggunakan 236 mililiter larutan campuran cuka dan gunakan siklus pencucian lebih lama, ditambah air yang lebih panas untuk mengangkat kotoran lebih cepat.
Baca juga: Jangan Gantung Handuk Basah di 5 Tempat Ini, Bikin Bau Apak
Selanjutnya, kebiasaan mencuci handuk yang bikin cepat rusak adalah menggunakan pemutih dan pelembut kain secara rutin.
Pemutih dapat membantu menghilangkan noda pada handuk putih. Sayangnya, pemakaian pemutih secara rutin justru dapat merusak handuk seiring penggunaan.
Karena itu, penggunaan pemutih untuk mencerahkan handuk tidak disarankan. Pemutih berbahan klorin yang digunakan terus-menerus dapat melemahkan serat kain dan memperpendek masa pakainya.
Selain itu, pelembut kain sebaiknya tidak digunakan pada handuk karena dapat meninggalkan lapisan pelumas yang mengurangi daya serapnya.
Ilustrasi handuk.