Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 8 Januari 2026, 11:00 WIB
Elma Pinkan Yulianti,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Handuk digunakan setiap harinya, setidaknya sekali dalam sehari. Tak heran, handuk bisa menjadi kotor, basah atau berat, hingga bau.

Tak hanya itu, seiring penggunaan, handuk dapat menipis, yang menyebabkannya tidak bisa lagi menyerap air dengan maksimal. 

Baca juga: 6 Penyebab Handuk Bau Apak Setelah Dicuci

Namun, tanpa disadari, ada beberapa kebiasaan mencuci yang membuat handuk lebih cepat rusak dan memperpendek masa pakainya. 

Nah, dilansir dari Real Simple, Kamis (8/1/2026), berikut sejumlah kebiasaan mencuci handuk yang bikin cepat rusak. 

Gunakan terlalu banyak detergen

Ilustrasi handuk putih. Kapan harus mengganti handuk baru?Unsplash/Positive Images Ilustrasi handuk putih. Kapan harus mengganti handuk baru?
Dalam proses pencucian, banyak orang mengira semakin banyak detergen yang digunakan, semakin bersih hasilnya, terutama jika kain sangat kotor.

Namun, hal itu sebenarnya keliru. “Terlalu banyak detergen akan membuat warna handuk kusam, terasa kaku, dan mengurangi daya serap,” kata Frances Kozen, dosen ilmu serat di Universitas Cornell, Amerika Serikat. 

Jumlah detergen yang disarankan biasanya didasarkan pada ukuran muatan cucian, bukan tingkat kekotorannya.

Karena itu, tidak perlu menambahkan detergen meski handuk terlihat sangat kotor. Sebaiknya, tetap ikuti petunjuk dan rekomendasi produsen saat mencuci handuk.

Selain itu, penggunaan detergen berlebihan dapat membuat handuk sulit terbilas dan menyebabkan sisa sabun menumpuk pada serat kain.

Jika handuk telanjur terkena terlalu banyak sabun, coba rendam handuk di bak mandi selama sekitar satu jam menggunakan 236 mililiter larutan campuran cuka dan gunakan siklus pencucian lebih lama, ditambah air yang lebih panas untuk mengangkat kotoran lebih cepat. 

Baca juga: Jangan Gantung Handuk Basah di 5 Tempat Ini, Bikin Bau Apak 

Gunakan pemutih dan pelembut kain secara rutin 

Selanjutnya, kebiasaan mencuci handuk yang bikin cepat rusak adalah menggunakan pemutih dan pelembut kain secara rutin. 

Pemutih dapat membantu menghilangkan noda pada handuk putih. Sayangnya, pemakaian pemutih secara rutin justru dapat merusak handuk seiring penggunaan. 

Karena itu, penggunaan pemutih untuk mencerahkan handuk tidak disarankan. Pemutih berbahan klorin yang digunakan terus-menerus dapat melemahkan serat kain dan memperpendek masa pakainya.

Selain itu, pelembut kain sebaiknya tidak digunakan pada handuk karena dapat meninggalkan lapisan pelumas yang mengurangi daya serapnya.

Intensitas mencuci tidak tepat

Ilustrasi handuk.Unsplash/redaquamedia Ilustrasi handuk.
Mencuci handuk terlalu sering justru dapat merusak kain dan memperpendek masa pakainya.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau