Penulis
KOMPAS.com - Memasuki tahun 2026, tren berkebun mulai bergeser ke arah yang lebih berkelanjutan dan mudah dirawat.
Para penghobi tanaman kini semakin sadar bahwa taman tidak hanya berfungsi sebagai penghias rumah, tapi juga sebagai ruang hidup bagi berbagai makhluk dan bagian dari ekosistem.
Sejumlah kebiasaan lama yang dianggap boros air, bergantung pada bahan kimia, dan kurang ramah lingkungan pun mulai ditinggalkan.
Ilustrasi berkebunDilansir dari Better Homes and Gardens, berikut ini 5 tren berkebun yang mulai ditinggalkan pada 2026 beserta alternatif yang lebih ramah lingkungan.
Baca juga: 3 Tips Menanam Sayur di Lahan Sempit Menurut Ahli Berkebun
Tanaman non-lokal memang dikenal mampu mempercantik taman dengan warna-warna cerah.
Namun, banyak jenis tanaman ini membutuhkan perawatan ekstra, mulai dari penyiraman intensif, pupuk khusus, atau kondisi tanah tertentu agar dapat tumbuh optimal.
Selain itu, di wilayah beriklim tropis, sejumlah tanaman non-lokal umumnya hanya bertahan sebagai tanaman semusim sehingga harus dibeli kembali setiap tahun.
Kondisi ini membuat perawatannya menjadi tidak efisien, baik dari segi biaya maupun sumber daya.
Sebagai gantinya, semakin banyak pekebun yang memilih menanam tanaman asli daerah setempat.
Baca juga: Sayuran Apa yang Paling Cocok Ditanam di Lahan Sempit? Ini Kata Ahli Berkebun
Tanaman lokal telah beradaptasi secara alami dengan iklim dan kondisi tanah di wilayahnya, sehingga lebih tahan terhadap cuaca ekstrem, kekeringan, serta serangan hama.
Dari segi tampilan, tanaman lokal juga tidak kalah menarik dan tetap mampu menghadirkan warna pada taman.
Menanam tanaman lokal juga berperan penting dalam mendukung populasi serangga penyerbuk dan menjadikan taman lebih ramah bagi satwa liar.
Konsep halaman rumput luas sebenarnya baru populer sejak abad ke-18 dan awalnya menjadi simbol status sosial, terutama di kawasan Eropa seperti Istana Versailles.
Baca juga: 5 Trik Berkebun yang Terbukti Ampuh Tingkatkan Hasil Panen
Akan tetapi, banyak jenis rumput yang digunakan saat ini merupakan tanaman non-lokal yang membutuhkan air dalam jumlah besar serta perawatan rutin agar tetap hijau.