Penulis
KOMPAS.com - Tahun 2026, dunia desain interior mulai berbicara tentang bagaimana warna mampu memengaruhi psikologi dan ketenangan batin penghuninya.
Laporan terbaru dari Vogue menyoroti pergeseran besar, bahwa kita sedang meninggalkan era minimalis yang dingin menuju palet yang lebih berani, dalam, dan penuh emosi.
Bagi masyarakat di Indonesia, tren ini membawa angin segar untuk mengeksplorasi kekayaan warna alam tropis ke dalam hunian modern.
Baca juga: 6 Tren Warna Cat Ruang Keluarga yang Akan Populer pada 2026
Berikut adalah bedah tren warna 2026 dan bagaimana menerapkannya agar tetap relevan dengan konteks lokal.
1. Kebangkitan "Dark Comfort": Hitam Tak Lagi Tabu
Salah satu kejutan terbesar dalam laporan Vogue adalah kembalinya warna-warna gelap yang dramatis, terutama hitam arang dan cokelat tua yang pekat.
Namun, tujuannya bukan untuk membuat ruangan terasa sempit, melainkan menciptakan kesan "pelukan" yang intim.
"Warna gelap memberikan kedalaman yang tidak bisa dicapai oleh warna putih. Ini tentang menciptakan ruang di mana Anda merasa benar-benar tersembunyi dari hiruk-pikuk dunia luar," ujar Gemma Riberti, pengamat tren desain global.
Penggunaan warna gelap pada ruang kerja atau kamar tidur bisa memberikan efek visual yang sejuk dan menenangkan, asalkan didukung dengan sistem pencahayaan yang tepat.
2. "Healing Greens": Membawa Hutan ke Dalam Rumah
Warna hijau tetap mendominasi, namun versinya di tahun 2026 lebih condong ke arah hijau zaitun (olive) dan hijau pinus yang dalam. Warna ini dianggap sebagai jembatan antara dunia luar dan dalam ruangan.
Desainer interior ternama, Beata Heuman, menekankan bahwa warna hijau adalah warna netral baru.
Baca juga: 3 Penyebab Tanaman Sukulen Berubah Warna dan Cara Atasinya
"Hijau bekerja hampir dengan semua warna lain. Ia membawa energi kehidupan ke dalam ruangan yang paling statis sekalipun," ungkapnya.
Tren ini sangat cocok dengan konsep arsitektur yang kini sedang marak di mana batas antara taman dan ruang tamu kian kabur.
3. Sentuhan "Sun-Drenched": Kuning yang Matang