Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Takut Warna Gelap, Bisa Bikin Hunian Lebih Nyaman

Kompas.com, 7 Februari 2026, 23:49 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

Sumber Vogue

KOMPAS.com - Tahun 2026, dunia desain interior mulai berbicara tentang bagaimana warna mampu memengaruhi psikologi dan ketenangan batin penghuninya.

Laporan terbaru dari Vogue menyoroti pergeseran besar, bahwa kita sedang meninggalkan era minimalis yang dingin menuju palet yang lebih berani, dalam, dan penuh emosi.

Bagi masyarakat di Indonesia, tren ini membawa angin segar untuk mengeksplorasi kekayaan warna alam tropis ke dalam hunian modern.

Baca juga: 6 Tren Warna Cat Ruang Keluarga yang Akan Populer pada 2026

Berikut adalah bedah tren warna 2026 dan bagaimana menerapkannya agar tetap relevan dengan konteks lokal.

1. Kebangkitan "Dark Comfort": Hitam Tak Lagi Tabu

Salah satu kejutan terbesar dalam laporan Vogue adalah kembalinya warna-warna gelap yang dramatis, terutama hitam arang dan cokelat tua yang pekat.

Namun, tujuannya bukan untuk membuat ruangan terasa sempit, melainkan menciptakan kesan "pelukan" yang intim.

"Warna gelap memberikan kedalaman yang tidak bisa dicapai oleh warna putih. Ini tentang menciptakan ruang di mana Anda merasa benar-benar tersembunyi dari hiruk-pikuk dunia luar," ujar Gemma Riberti, pengamat tren desain global.

Penggunaan warna gelap pada ruang kerja atau kamar tidur bisa memberikan efek visual yang sejuk dan menenangkan, asalkan didukung dengan sistem pencahayaan yang tepat.

2. "Healing Greens": Membawa Hutan ke Dalam Rumah

Warna hijau tetap mendominasi, namun versinya di tahun 2026 lebih condong ke arah hijau zaitun (olive) dan hijau pinus yang dalam. Warna ini dianggap sebagai jembatan antara dunia luar dan dalam ruangan.

Desainer interior ternama, Beata Heuman, menekankan bahwa warna hijau adalah warna netral baru.

Baca juga: 3 Penyebab Tanaman Sukulen Berubah Warna dan Cara Atasinya

"Hijau bekerja hampir dengan semua warna lain. Ia membawa energi kehidupan ke dalam ruangan yang paling statis sekalipun," ungkapnya.

Tren ini sangat cocok dengan konsep arsitektur yang kini sedang marak di mana batas antara taman dan ruang tamu kian kabur.

3. Sentuhan "Sun-Drenched": Kuning yang Matang

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau