Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menghentikan Kucing Buang Air Besar di Bak Mandi dan Wastafel

Kompas.com, 11 Februari 2026, 07:37 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

KOMPAS.com - Mendapati kucing peliharaan buang air besar di bak mandi atau bathtub dan wastafel kamar mandi tentu membuat kesal.

Ini bisa menjadi pengalaman yang membuat frustrasi dan tidak menyenangkan. 

Baca juga: 6 Alasan Kucing Peliharaan Mencoba Kabur dari Rumah

Namun, ada beberapa alasan mengapa kucing tiba-tiba berhenti menggunakan kotak pasirnya dan mulai buang air besar sembarangan. 

Jika sahabat bulu dalam kondisi sehat, kamu mungkin dapat menghentikan perilaku ini dengan menyesuaikan tata letak kamar mandi dan membuat kotak pasir lebih menarik.

Perilaku buang air besar kucing bervariasi dan masalah kotak pasir dapat muncul dari masalah kesehatan, stres, faktor lingkungan, atau kombinasi.

Sangat membantu untuk menilai kesehatan fisik dan emosional kucing untuk mengidentifikasi masalah dan menemukan solusi terbaik.

Mengapa kucing buang air besar di bak mandi dan wastafel?

Ilustrasi kucing di wastafel kamar mandi.Unsplash/riverbum Ilustrasi kucing di wastafel kamar mandi.
Kucing biasanya adalah hewan yang bersih. Namun, bila kucing mulai buang air besar di area terlarang setelah menggunakan kotak pasirnya, itu mungkin cara sahabat bulu mengirimkan pesan kepada kamu.

Pertama, periksa apakah kotak pasir penuh, berbau aneh, atau terbalik. Pastikan tidak ada penghalang yang menghalangi akses kucing. Masalah apa pun dengan kotak pasir dapat menyebabkan kucing buang air di tempat lain. 

Nah, dilansir dari The Spruce Pets, Rabu (11/2/2026), berikut sejumlah alasan kucing buang air besar di bak mandi dan wastafel

Baca juga: 6 Fakta Kucing Calico, Si Belang Tiga Pembawa Keberuntungan

  • Masalah kesehatan

Kucing yang sengaja buang air di depan pemiliknya, berjongkok untuk buang air kecil atau besar di hadapan kamu, mungkin sedang meminta bantuan.

Sistitis (radang kandung kemih) dan batu kandung kemih terkadang mendorong kucing untuk buang air besar (dan buang air kecil) di tempat yang tidak seharusnya dan mereka mungkin menunjukkannya dengan berpose di depan pemiliknya. 

Buang air besar yang menyakitkan karena sembelit, misalnya, dapat mendorong kucing untuk menghindari kotak pasir jika mereka mengaitkannya dengan ketidaknyamanan.

Jika kamu mencurigai perubahan tersebut disebabkan oleh masalah kesehatan, segera buat janji temu dengan dokter hewan.

Dokter hewan kemungkinan akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin juga menggunakan pemeriksaan darah atau rontgen untuk menentukan apakah ada infeksi atau masalah pencernaan atau saluran kemih. 

Baca juga: 8 Mitos Perawatan Anjing dan Kucing yang Perlu Dihindari 

  • Masalah perilaku 

Selanjutnya, alasan kucing buang air besar di bak mandi atau wastafel adalah masalah perilaku. 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau