Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cegah Kuman, 6 Barang Rumah Tangga Ini Harus Dibersihkan Lebih Sering

Kompas.com, 20 Februari 2026, 18:35 WIB
Elma Pinkan Yulianti,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Debu dan kotoran dapat dengan mudah menempel pada berbagai barang di rumah, dari furnitur, karpet, tirai, hingga sudut-sudut yang jarang terlihat. 

Meski rumah rutin dibersihkan, ada beberapa barang yang kerap luput dari perhatian atau terlewatkan saat dibersihkan. 

Baca juga: Waspada, 5 Area Rumah Ini Bisa Merusak dan Membahayakan Barang 

Padahal, barang-barang ini bisa menjadi tempat jamur, bakteri, dan kuman berkembang biak, yang akhirnya berisiko buruk pada kesehatan. 

“Membersihkan permukaan di rumah secara teratur membantu mencegah penyebaran kuman yang dapat membuat anggota keluarga sakit,” kata Madeline DiLorenzo, dokter medis dari NYU Langone Health di Amerika Serikat (AS).

Nah, disadur dari Better Homes and Gardens, Jumat (20/2/2026), berikut sejumlah barang rumah tangga yang harus dibersihkan lebih sering demi mencegah kuman berkembang biak. 

Meja dapur

Ilustrasi membersihkan meja dapur granit.Shutterstock/Julio Ricco Ilustrasi membersihkan meja dapur granit.
Meja dapur yang berantakan tidak hanya mengundang berbagai hama, tapi juga meningkatkan perkembangan kuman dan bakteri.

Meja yang dipenuhi daging mentah, sayur, dan persiapan makanan lain dapat meninggalkan bakteri yang dapat menyebar ke area lain. 

Karena itu, DiLorenzo merekomendasikan membersihkan meja dapur, baik sebelum maupun sesudah menyiapkan makanan. 

Baca juga: 5 Area Dapur yang Rentan Terkena Noda Minyak

Mesin cuci

Selanjutnya, barang rumah tangga yang harus dibersihkan lebih sering adalah mesin cuci. Mesin cuci yang jarang dibersihkan dapat menjadi tempat ideal untuk jamur berkembang biak, terutama bagian karet atau filter mesin cuci.

“Membersihkan mesin cuci secara menyeluruh setiap satu hingga dua bulan dapat membantu mencegah jamur dan lumut. Biarkan pintu terbuka di antara pencucian agar bagian dalamnya dapat mengering,” kata DiLorenzo. 

Humidifier

Keberadaan pelembap udara atau humidifier dapat membuat rumah menjadi lebih nyaman. Namun, jika jarang bersihkan, humidifier justru dapat menyebarkan partikel yang tidak inginkan.

Andy Fox, spesialis kualitas udara dalam ruangan di 3M--perusahaan teknologi terdiversifikasi global yang berpusat di AS--menjelaskan penggunaan air keran pada humidifier dapat menjadi sumber polusi dalam ruangan yang signifikan. 

“Kandungan mineral dalam air keran dapat dilepaskan ke udara, meninggalkan kristal mineral kecil yang melayang di udara dan melapisi permukaan rumah dengan debu putih halus,” kata Fox. 

Untuk mencegah hal ini, selalu gunakan air suling dan ikuti petunjuk pembersihan dari produsen. 

Baca juga: 4 Aroma yang Dipercaya Bawa Energi Buruk ke Rumah 

Wastafel dan kamar mandi

Ilustrasi wastafel dapur.Unsplash/3dottawa Ilustrasi wastafel dapur.
Genangan air di sekitar wastafel, keran, shower, toilet di kamar mandi dapat menciptakan lingkungan sempurna untuk pertumbuhan jamur serta lumut. 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau