Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Terjebak Tren Interior, Rumah yang Nyaman Sesuai Karakter Anda

Kompas.com, 22 Februari 2026, 23:18 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

KOMPAS.com - Pernahkah Anda masuk ke sebuah ruangan yang secara teknis sempurna, furniturnya mahal, warnanya serasi, tapi rasanya ada yang janggal? Seperti ada sesuatu yang kurang, atau justru terlalu dipaksakan.

Ternyata, dalam dunia desain interior, garis antara hunian yang nyaman dan katalog toko furnitur yang dingin, itu sangat tipis.

Banyak dari kita terjebak dalam tren atau aturan lama yang sebenarnya justru membuat rumah terasa kurang hidup.

Baca juga: Arti Warna Pintu Depan Rumah Menurut Desainer Interior, Jangan Asal Pilih

Mari kita bedah beberapa kesalahan umum yang sering kita lakukan tanpa sadar, dan bagaimana cara memberikan sentuhan manusiawi kembali ke dalam ruangan Anda.

1. Jebakan Furnitur yang Membosankan

Kesalahan paling umum adalah membeli satu set lengkap furnitur untuk ruang tamu atau kamar tidur dari satu toko.

Memang praktis, tapi hasilnya? Ruangan Anda jadi kehilangan karakter. Desain interior yang baik seharusnya bercerita tentang perjalanan hidup Anda, bukan tentang seberapa besar limit kartu kredit Anda di toko furnitur tertentu.

Solusinya, jangan takut untuk mencampur. Padukan sofa modern dengan meja kopi antik warisan nenek, atau kursi rotan yang Anda temukan di pasar loak.

Perbedaan tekstur dan era inilah yang membuat ruangan terasa hangat dan autentik.

2. Pencahayaan yang Terlalu Galak

Banyak orang hanya mengandalkan satu lampu utama di tengah plafon. Cahaya putih yang terlalu terang, seperti di kantor atau rumah sakit, bisa membunuh suasana rumah dalam sekejap. Cahaya bukan sekadar alat agar kita tidak menabrak meja, tapi pembentuk mood.

Baca juga: Mengenal Japandi, Konsep Interior yang Cocok untuk Rumah Modern Minimalis

Gunakan sistem pencahayaan berlapis. Tambahkan lampu meja dengan cahaya hangat, floor lamp di sudut baca, atau lilin aromaterapi. Cahaya yang temaram dan tersebar menciptakan kedalaman ruang yang menenangkan.

3. Takut pada Warna dan Karakter

Ada tren besar di mana semua orang ingin rumahnya serba putih atau abu-abu agar terlihat estetik di Instagram.

Masalahnya, tanpa aksen, rumah jadi terasa steril dan tidak punya jiwa. Kita seringkali terlalu takut salah sehingga memilih jalan paling aman: polos.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau