Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Barang Elektronik yang Tetap Boros Listrik saat Tidak Digunakan

Kompas.com, 4 Maret 2026, 09:52 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Sejumlah perangkat rumah tangga tetap menyedot listrik meskipun terlihat dalam kondisi mati. Perangkat semacam ini dikenal sebagai energy vampires atau “penghisap listrik”.

“Energy vampire bukan sekadar perangkat yang dicolokkan tetapi tidak digunakan,” kata Megan Doser, pemilik dan CEO Doctor Fix It, dikutip dari Martha Stewart.

“Beberapa barang seperti lampu dan pengisi daya ponsel tidak menarik daya saat dimatikan, namun perangkat lain seperti speaker pintar, microwave, dan mesin kopi tetap mengonsumsi listrik meski tidak dipakai," lanjutnya.

Barang elektronik yang terus menyedot listrik 

Berikut adalah beberapa barang elektronik yang terus menyedot listrik saat tidak digunakan:

Baca juga: Mengenal Steko, Jenama Elektronik yang Fokus pada Fungsionalitas dan Kebutuhan Nyata Konsumen

Televisi

Televisi sering dianggap tidak bermasalah ketika sudah dimatikan. Padahal, mode siaga TV tetap membutuhkan daya agar perangkat bisa menyala dengan cepat saat digunakan kembali.

Ryan Gregor, pemilik sekaligus teknisi listrik utama di RCG Electrical, menyebutkan bahwa televisi bisa menarik daya antara lima hingga 30 watt meskipun dalam kondisi mati.

“Jumlahnya memang terlihat kecil, tapi jika di rumah terdapat beberapa televisi, konsumsi listrik ini akan terakumulasi,” ucap Gregor.

“Tarikan daya kecil yang terus-menerus akan terasa dalam jangka panjang," imbuhnya.

Microwave

Microwave termasuk peralatan dapur yang cukup boros energi, terutama dalam mode siaga.

Baca juga: 5 Peralatan Elektronik yang Sering Bikin Tagihan Listrik Tinggi

Perangkat ini bisa mengonsumsi sebanyak empat watt saat tidak digunakan, terutama jika bukan model terbaru.

“Microwave tetap menarik listrik meskipun tugasnya sudah selesai,” tutur Doser.

“Perangkat yang memiliki jam digital dan layar yang selalu menyala adalah penyedot listrik utama saat siaga," tegasnya.

Memilih microwave dengan desain lebih sederhana tanpa layar digital dapat membantu menekan konsumsi listrik dan mengurangi pemborosan energi di rumah.

Speaker pintar

Speaker pintar dirancang untuk selalu terhubung ke jaringan Wi-Fi agar bisa merespons perintah suara kapan saja. Karena itu, perangkat ini tetap mengonsumsi listrik meskipun terlihat dalam kondisi mati.

Baca juga: 4 Perangkat Elektronik yang Harus Segera Dibuang dari Rumah

“Mereka tetap menarik daya karena layar, sensor, atau koneksi Wi-Fi masih aktif di latar belakang,” jelas Doser.

Meski setiap perangkat hanya mengonsumsi beberapa watt, rumah yang memiliki banyak perangkat pintar dapat mengalami pemborosan energi dalam jangka panjang.

Router Wi-Fi

Router Wi-Fi pada dasarnya tidak pernah benar-benar mati karena harus menjaga koneksi internet untuk seluruh rumah.

Bergantung jenisnya, baik model lama, baru, maupun sistem mesh, router dapat mengonsumsi sebanyak 20 watt daya listrik.

Untuk mengurangi konsumsi energi, pemilik rumah dapat menggunakan stopkontak pintar, mencabut perangkat saat tidak digunakan, atau mengganti perangkat lama dengan model yang lebih hemat energi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau