Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Mayapada Hospital

Mayapada Hospital merupakan salah satu rumah sakit swasta terbaik yang didirikan oleh Mayapada Healthcare Group. Bekerjasama dengan National Healthcare Group (NHG) Singapore, Mayapada Hospital menyediakan pelayanan kesehatan berstandar internasional di Jakarta, Bogor, Tangerang dan Surabaya.

Bagaimana Cara Menangani Insomnia dan Jam Tidur yang Berantakan?

Kompas.com, 25 Juni 2022, 20:00 WIB

Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.

Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini
Halo Prof

Konsultasi kesehatan tanpa antre dokter

Temukan jawaban pertanyaanmu di Kompas.com

KOMPAS.com - Gangguan tidur bisa sangat menganggu, dan patut diatasi sesegera mungkin. Seorang pembaca Kompas.com dengan nama akun @raffasyaver bertanya melalui @kindoflife ke Halo Prof!. Berikut pertanyaannya:

"Kalau insomnia dan jam tidur berantakan, obatnya apa dok? Sering minum obat tidur aman ga ya?"

Pertanyaan ini dijawab oleh dr. Yanna Salean, Sp.S, Dokter Spesialis Syaraf dari Mayapada Hospital Surabaya. Berikut paparannya:

Halo Bapak @Raffasyaver,

Baca juga: Insomnia Jadi Salah Satu Masalah Kesehatan Tidur, Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Gangguan tidur sebaiknya tidak disepelekan, karena kebutuhan tidur sama pentingnya dengan kebutuhan makan. Salah satu gangguan tidur yang paling sering dialami adalah Insomnia. Jika insomnia diabaikan akan berdampak pada kualitas hidup itu sendiri.

Mulai dari mengatur pola dan durasi tidur yang rutin dan tertib, misalkan jam tidur dan jam bangun setiap hari pada jam yang sama, karena pola tidur akan terbawa pada hari-hari selanjutnya.

Salah satu yang perlu diperhatikan adalah tidur malam karena pada tidur malam, sel-sel tubuh yang rusak akan diperbaiki, saat itulah juga akan menumpuk memori. Sehingga tidur malam tidak bisa diganti dengan tidur pagi atau tidur siang.

Bila mengalami insomnia sebaiknya:

  1. Sleep Hygiene, usahakan tempat tidur bersih, udara sejuk tidak terlalu dingin atau terlalu panas. Sinar lampu redup saja, dan bebas dari suara bising.
  2. Mandi air hangat sebelum tidur
  3. Minum susu hangat
  4. Hindari minum kopi dan olahraga pada sore hari
  5. Hindari penggunaan obat tidur

Baca juga: Tak Semua Insomnia Sama, Kenali 5 Jenisnya

Pemakaian obat tidur akan menimbulkan efek adiksi dan toleransi, artinya akan timbul ketergantungan dan akan membutuhkan dosis yang makin lama makin tinggi. Sedangkan pemakaian obat tidur dalam jangka waktu lama akan menimbulkan kepikunan.

Tidak kalah penting dicari juga penyebab sulit tidur, misalnya apakah ada stres fisik (nyeri otot, sendi, sesak nafas, sakit lambung, gatal dan sebagainya) atau stres psikologis (kecewa, sakit hati, cemas dan sebagainya).

dr. Yanna Salean, Sp.S

Dokter Spesialis Syaraf

Mayapada Hospital Surabaya

dr. Yanna Salean, Sp.S
Dokter Spesialis Syaraf
Mayapada Hospital SurabayaMayapada Hospital dr. Yanna Salean, Sp.S Dokter Spesialis Syaraf Mayapada Hospital Surabaya

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com. Download sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau