Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
RS Pondok Indah Group

RS Pondok Indah Group adalah grup rumah sakit swasta yang mengelola tiga rumah sakit, yakni RS Pondok Indah - Pondok Indah, RS Pondok Indah - Puri Indah, dan RS Pondok Indah - Bintaro Jaya. Ketiga rumah sakit ini didukung para dokter ahli dari berbagai disiplin ilmu serta mengadopsi teknologi medis terkini untuk memberikan pelayanan kesehatan yang prima dan terdepan.

Vaksin HPV untuk Cegah Kanker Serviks, Bolehkah Saat Umur 30-an?

Kompas.com, 23 November 2022, 11:00 WIB

Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.

Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini
Halo Prof

Konsultasi kesehatan tanpa antre dokter

Temukan jawaban pertanyaanmu di Kompas.com

KOMPAS.com - Seorang pembaca Kompas.com berinisial AL, usia 34 tahun, menanyakan mengenai vaksinasi HPV kepada subrubrik Halo Prof! Kompas.com. Berikut pertanyaannya:

"Saya mau bertanya tentang vaksin HPV. Pada saat ini, saya berusia 34 tahun, belum menikah dan akan menikah tahun depan. Karena usia saya, saya ingin bertanya apakah vaksin HPV tetap direkomendasikan untuk saya, mohon masukannya..."

Pertanyaan tersebut dijawab oleh dr. Ni Komang Yeni Dhana Sari, Sp. OG, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari RS Pondok Indah – Puri Indah. Berikut paparannya:

Halo Ibu AL, terima kasih atas pertanyaannya, ya.

Baca juga: Bagaimana Mekanisme Pemberian Vaksin Kanker Serviks HPV secara Gratis?

Vaksin HPV dapat diberikan bagi perempuan usia 10-46 tahun. Jadi untuk Ibu, masih dapat diberikan ya.

Apabila Ibu belum pernah berhubungan seksual, silakan langsung melakukan vaksinasi. Namun, apabila Ibu sudah aktif secara seksual selama 1 tahun terakhir, sebaiknya melakukan pemeriksaan pap smear maupun HPV DNA terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada lesi yang mengarah ke keganasan serviks sebelum dilakukannya vaksinasi HPV.

Tidak ada persiapan khusus yang perlu dilakukan sebelum vaksinasi HPV. Pastikan saja sebelum vaksinasi tubuh Ibu sehat dan fit.

Kejadian pasca imunisasi (KIPI) seperti demam atau lainnya juga tidak pernah terjadi. Namun, apabila Ibu mengalami reaksi alergi pasca penyuntikkan vaksin, sebaiknya segera hubungi dokter.

Baca juga: Akan Jadi Vaksin Wajib, Ketahui Dosis dan Keefektifan Vaksin HPV Cegah Kanker Serviks

Di Indonesia, ada 2 jenis vaksin HPV yang beredar yaitu bivalen dan tetravalen. Bivalen mengandung 2 tipe virus HPV (16 dan 18) yang dapat mencegah kanker serviks, sedangkan tetravalen mengandung 4 tipe virus HPV (6, 11, 16, dan 18) yang dapat mencegah sekaligus kanker serviks dan juga kutil kelamin atau genital ward.

Vaksin diberikan sebanyak 3 kali dengan jadwal pemberian vaksin pada bulan 0, lalu 1 atau 2 bulan setelah penyuntikan pertama tergantung jenis vaksin (bivalen atau tetravalen), dan terakhir 6 bulan setelah penyuntikan pertama.

Apabila ada jadwal pemberian vaksin yang terlewat karena sakit atau hal lain maka pemberian vaksin tidak harus diulang dari awal, cukup dengan melengkapi dosis yang tertinggal tersebut.

Semoga membantu ya, Bu. Salam sehat.

dr. Ni Komang Yeni Dhana Sari, Sp. OG

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan

RS Pondok Indah – Puri Indah

dr. Ni Komang Yeni Dhana Sari, Sp. OG
Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan
RS Pondok Indah - Puri IndahRS Pondok Indah dr. Ni Komang Yeni Dhana Sari, Sp. OG Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Pondok Indah - Puri Indah

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com. Download sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau