Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terbang di Langit, Mengapa Pesawat Tidak Tersambar Petir?

Kompas.com, 20 September 2024, 16:00 WIB
Resa Eka Ayu Sartika

Penulis

KOMPAS.com - Memasuki musim penghujan seperti saat ini, kerap menimbulkan kekhawatiran saat harus berpergian dengan pesawat.

Selain karena khawatir adanya turbulensi, tapi juga kekhawatiran pesawat tersambar petir.

Baca juga: Seberapa Bahaya Turbulensi Pesawat Terbang?

Tapi, kita jarang melihat adanya berita tentang pesawat tersambar petir. Menurut National Weather Service milik pemerintah AS, pesawat komersial di negeri Paman Sam tersebut rata-rata tersambar petir satu atau dua kali dalam setahun.

Meski begitu, sangat jarang terdengar adanya kecelakaan pesawat yang fatal akibat sambaran petir ini. Kok bisa ya?

Penampakan saat pesawat tersambar petir

Sebelum membahas alasan di balik ketahanan pesawat terhadap petir, kita perlu tahu dulu kapan biasanya petir menyambar pesawat.

Ya, kemungkinan sebuah pesawat tersambar petir tidak dapat dihindari.

Dikutip dari Simple Flying, kebanyakan sambaran petir ini terjadi di ketinggian 1,5 hingga 4,5 km. Ketinggian ini biasanya terjadi saat fase take-off atau landing.

Tapi, meski pesawat tersambar petir, penumpang biasanya hanya melihat kilatan cahaya atau mendengar suara keras tanpa kerusakan yang berarti.

Ini karena pesawat komersial modern telah dirancang untuk menyalurkan listrik dari sambaran petik dengan aman di sepanjang permukaan luarnya.

Permukaan luar pesawat sendiri sudah terbuat dari material konduktif atau dilapisi lapisan proteksi khusus.

Baca juga: Adakah Kemungkinan Selamat dari Kecelakaan Pesawat?

Cara pesawat "melawan" petir

Dilansir dari Illumin Magazine milik University of Southern California, teknologi utama yang digunakan untuk melindungi pesawat dari petir adalah konsep sangkar Faraday atau Faraday Cage.

Ditemukan oleh Michael Faraday pada tahun 1836, sangkar Faraday adalah struktur konduktif yang mampu menyalurkan energi listrik di sepanjang permukaan luar tanpa mempengaruhi bagian dalamnya?.

Pada pesawat, prinsip ini diimplementasikan melalui bahan konduktif (biasanya logam) yang melapisi bagian luar pesawat. Ini berguna untuk melindungin bagian dalam pesawat dari medan elektromagnetik.

Sangkar dapat melindungi bagian dalam dengan mendistribusikan muatan listrik melalui bahan sangkar.

Awalnya, konsep ini dibuat dengan menenun kawat kasa tembaga yang dipasang di sekeliling permukaan luar pesawat.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau