Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 26 November 2025, 17:14 WIB
Gloria Setyvani Putri

Penulis

KOMPAS.com - Ada berbagai macam corak dan pola bulu hewan. Ada totol macan, belang harimau, belang zebra, dan lainnya.

Perbedaan pola dan corak pada hewan ini telah lama membingungkan ilmuwan.

Kini, sekelompok peneliti mungkin semakin dekat untuk menjawab pertanyaan mendasar: bagaimana hewan mendapatkan totol, belang, dan semua pola itu?

Baca juga: Mengapa Hewan yang Saling Merawat Lebih Jarang Mengalami Kanker

Sempat Bingungkan Pemecah Kode Terkenal

Dikutip dari Popsci, teka-teki pola ini bahkan sempat membingungkan pemecah kode terkenal, Alan Turing.

Pada tahun 1952, matematikawan Inggris itu berhipotesis bahwa saat jaringan berkembang, ia menghasilkan agen kimia yang bergerak, mirip dengan bagaimana susu putih menyebar ketika dituangkan ke dalam kopi hitam.

Dalam teori Turing, beberapa bahan kimia ini mengaktifkan sel penghasil pigmen, menciptakan totol.

Bahan kimia lain menghentikan sel-sel ini, menciptakan ruang kosong di antaranya.

Namun, simulasi komputer berdasarkan ide Turing menghasilkan totol yang lebih kabur daripada yang ditemukan di alam.

Pada tahun 2023, insinyur kimia Ankur Gupta dari University of Colorado at Boulder dan kolaboratornya menyempurnakan teori Turing dengan menambahkan mekanisme lain yang disebut diffusiopherosis—proses di mana partikel yang berdifusi menarik partikel lain bersamanya.

Meskipun diffusiopherosis dapat menghasilkan pola dengan garis luar yang lebih tajam (diuji pada pola heksagon pada ornate boxfish), hasilnya tetap terlalu sempurna.

Padahal, di alam, tidak ada pola yang sempurna. Belang hitam zebra bervariasi ketebalannya, dan heksagon pada boxfish tidak pernah seragam.

Ilustrasi zebraAnup Shah Ilustrasi zebra

Rahasia Ada pada Ukuran Sel

Gupta dan timnya kemudian berusaha menyempurnakan teori diffusiopherosis mereka.

“Kami mengusulkan ide sederhana yang dapat menjelaskan bagaimana sel-sel berkumpul untuk menciptakan variasi ini,” kata Gupta.

Dalam studi yang diterbitkan di jurnal Matter, Gupta dan timnya merinci bagaimana mereka meniru pola dan tekstur yang tidak sempurna tersebut.

Setelah memberikan ukuran yang ditentukan pada sel-sel individu dan kemudian memodelkan bagaimana setiap sel bergerak melalui jaringan, simulasi mulai menghasilkan pola yang kurang seragam.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau