Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rahasia Kucing Bisa Selalu Mendarat dengan Kaki Lebih Dulu Saat Jatuh

Kompas.com, 12 Maret 2026, 13:32 WIB
Wisnubrata

Penulis

Sumber Physorg

KOMPAS.com - Kucing dikenal memiliki kemampuan luar biasa saat jatuh. Dalam banyak kasus, hewan ini hampir selalu berhasil mendarat dengan kedua kaki lebih dulu. Fenomena yang sering disebut sebagai air-righting reflex ini telah lama membuat para ilmuwan penasaran.

Kini, para peneliti dari Yamaguchi University, Jepang, berhasil mengungkap rahasia di balik kemampuan tersebut. Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal The Anatomical Record, mereka menemukan bahwa kunci kemampuan kucing tersebut terletak pada perbedaan fleksibilitas antara dua bagian tulang belakangnya.

Temuan ini menunjukkan bahwa tulang belakang bagian dada (thoracic spine) jauh lebih fleksibel dibandingkan tulang belakang bagian pinggang (lumbar spine). Kombinasi kedua struktur ini memungkinkan kucing memutar tubuhnya di udara dan mendarat dengan aman.

Baca juga: Penelitian: Kucing Peliharaan Bisa Hidup Lebih Lama Jika Tidak Dibiarkan Berkeliaran

Refleks Penyelamat Saat Jatuh

Kemampuan kucing menyeimbangkan tubuh di udara dikenal sebagai refleks air-righting. Refleks ini memungkinkan kucing memutar tubuhnya saat jatuh sehingga dapat mendarat dengan posisi kaki di bawah.

Sekilas, gerakan ini tampak melanggar hukum fisika. Secara teori, benda yang berada di udara tidak dapat berputar tanpa ada sesuatu yang dijadikan tumpuan.

Namun kucing ternyata memiliki cara unik untuk mengatasinya.

Untuk memahami mekanismenya, para peneliti melakukan dua jenis eksperimen.

Pertama, mereka mempelajari tulang belakang lima kucing. Tulang belakang tersebut dipisahkan menjadi dua bagian utama:

  • Thoracic spine (punggung atas dan tengah)
  • Lumbar spine (punggung bawah)

Kedua bagian tersebut kemudian diuji secara mekanis dengan gaya putaran untuk mengukur fleksibilitas, kekuatan, dan ketahanannya terhadap rotasi.

Eksperimen kedua melibatkan dua kucing sehat. Para peneliti menggunakan kamera berkecepatan tinggi untuk merekam gerakan mereka saat dijatuhkan ke atas bantalan lembut. Penanda khusus ditempatkan di bagian bahu dan pinggul agar pergerakan tubuh dapat dilacak secara detail.

Baca juga: Mengapa Mata Kucing Bersinar di Kegelapan? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Tulang Belakang yang Tidak Sama Fleksibelnya

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tulang belakang kucing tidak memiliki tingkat fleksibilitas yang sama di setiap bagian. Thoracic spine sangat fleksibel, sementara lumbar spine jauh lebih kaku.

Bagian thoracic bahkan memiliki apa yang disebut “zona netral”, yaitu rentang gerakan di mana tulang dapat berputar hampir bebas hingga sekitar 50 derajat dengan usaha yang sangat kecil.

Sebaliknya, tulang belakang bagian lumbar lebih kaku dan berfungsi sebagai penstabil tubuh.

Perbedaan fleksibilitas inilah yang membuat kucing mampu memutar tubuhnya di udara.

Ketika jatuh, kepala dan kaki depan kucing akan berputar terlebih dahulu ke arah tanah. Hal ini terjadi karena bagian depan tubuh lebih ringan dan tulang belakang thoracic sangat fleksibel.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau