Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ternyata, Suara Katak Bisa Jadi “Ramalan Cuaca” Alami untuk Musim Kawin

Kompas.com, 15 Maret 2026, 16:38 WIB
Wisnubrata

Penulis

KOMPAS.com - Di wilayah pegunungan California, musim kawin katak dimulai ketika es dan salju mulai mencair. Begitu air di danau dan kolam terbuka kembali, katak jantan segera keluar dari hibernasi dan memulai “konser” panggilan kawin untuk menarik perhatian betina.

Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa suara katak itu tidak hanya berfungsi sebagai sinyal romantis. Bagi katak betina, suara tersebut juga bisa menjadi semacam laporan cuaca alami yang membantu mereka menentukan kapan dan di mana waktu terbaik untuk bertelur.

Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Ecology and the Environment.

Waktu Kawin Katak Sangat Singkat

Di lingkungan pegunungan tinggi, kesempatan bagi katak untuk berkembang biak sangat terbatas. Air di danau dan kolam hanya bebas dari es selama beberapa bulan saja sebelum kembali membeku.

“Ada jendela waktu yang sangat singkat bagi hewan untuk menyelesaikan banyak hal penting, termasuk berkembang biak,” kata Julianne Pekny, ahli ekologi perubahan iklim dan Direktur Ilmu Konservasi di Amphibian and Reptile Conservancy.

Dalam periode singkat tersebut, katak harus menemukan pasangan, kawin, dan meletakkan telur sebelum musim dingin kembali datang.

Baca juga: Kisah Katak Chernobyl yang Jadi Hitam demi Bertahan dari Radiasi

Suara Katak Berubah Sesuai Suhu Air

Pekny dan timnya menemukan bahwa irama suara katak berubah mengikuti suhu lingkungan, khususnya suhu air tempat mereka berkembang biak.

Sebagai contoh, katak pohon Sierran (Sierran tree frog) yang baru tiba di kolam pada awal musim menghasilkan suara yang lebih lambat dan jarang. Namun ketika suhu meningkat, suara mereka menjadi lebih cepat dan lebih sering.

Menurut para peneliti, katak betina kemungkinan mendengarkan perubahan ritme tersebut untuk mengetahui apakah kondisi air sudah cukup hangat untuk bertelur.

Dengan kata lain, suara katak jantan dapat menjadi indikator kondisi lingkungan bagi katak betina.

Baca juga: Katak dan Kodok: Serupa Tapi Tak Sama, Ini Cara Mudah Membedakannya

Suara Kawin: Sinyal Romantis sekaligus Ekologis

Selama ini, para ilmuwan menganggap paduan suara katak hanya berfungsi sebagai sinyal persaingan antarjantan atau penarik pasangan.

Biasanya, suara yang lebih dalam dan kuat berasal dari katak yang lebih besar dan dianggap lebih menarik oleh betina.

Namun penelitian ini menawarkan sudut pandang baru.

Ahli herpetologi Adam Leaché dari University of Washington mengatakan temuan ini membuka cara berpikir berbeda tentang komunikasi katak.

“Menarik untuk memikirkan bahwa panggilan kawin bisa menjadi sinyal seksual sekaligus sinyal ekologis pada saat yang sama,” katanya.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau