Penulis
KOMPAS.com - Penelitian terbaru menemukan bahwa nenek moyang monyet howler (Alouatta) sudah mulai memakan daun sejak sekitar 13 juta tahun lalu. Temuan ini menjadi bukti fosil paling awal tentang konsumsi daun pada primata di Amerika Selatan.
Perubahan pola makan tersebut ternyata bukan sekadar variasi menu. Para ilmuwan menilai langkah ini menjadi titik penting dalam evolusi primata, karena membuka peluang bagi monyet untuk tumbuh lebih besar dan menemukan ceruk ekologinya sendiri di hutan purba yang penuh persaingan.
Studi ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah PaleoAnthropology.
Baca juga: Apa Perbedaan Monyet dengan Kera?
Petunjuk penting datang dari fosil rahang bawah yang ditemukan di kawasan La Venta, Kolombia, sebuah situs fosil terkenal dari periode Miosen.
Melalui analisis anatomi gigi, peneliti dari Johns Hopkins University, Dr. Siobhan B. Cooke, menemukan bahwa gigi tersebut memiliki struktur yang sangat cocok untuk mengunyah daun yang keras.
Gigi molar pada fosil tersebut memiliki punggungan tinggi yang bekerja seperti pisau saat rahang menutup. Struktur ini memungkinkan primata purba tersebut memotong dan menggiling jaringan daun yang keras, sesuatu yang jauh lebih sulit dicerna dibandingkan buah lunak.
Dr. Cooke menjelaskan: “Sebelum penemuan Stirtonia, kami tidak memiliki bukti konsumsi daun pada primata Amerika Selatan.”
Kesamaan pola gigi ini dengan monyet howler modern membuat para ilmuwan yakin bahwa pola makan tersebut bukan kebetulan, melainkan adaptasi evolusioner yang nyata.
Baca juga: Fenomena Aneh di Panama: Monyet Capuchin Menculik Bayi Monyet Howler
Fosil yang diteliti berasal dari spesies Stirtonia victoriae, kerabat purba monyet howler modern.
Perkiraan ukuran tubuhnya mencapai sekitar 7–9 kilogram. Ukuran ini jauh lebih besar dibandingkan sebagian besar primata Amerika Selatan yang ditemukan dalam catatan fosil sebelumnya.
Menurut Dr. Cooke: “Sebelum ini, monyet Amerika Selatan yang tercatat dalam fosil berukuran jauh lebih kecil.”
Daun yang tersedia melimpah di hutan memungkinkan hewan ini memiliki sumber makanan stabil, bahkan saat buah matang sedang langka. Hal ini memberi keuntungan bagi primata yang bertubuh lebih besar untuk bertahan hidup.
Karena itu, Stirtonia victoriae kini dianggap sebagai monyet bertubuh besar paling awal yang diketahui dalam catatan fosil Amerika Selatan.
Baca juga: Berapa Banyak Spesies Monyet yang Ada di Dunia?
Situs La Venta juga memberikan gambaran menarik tentang kehidupan primata pada masa itu.
Di wilayah tersebut, para peneliti menemukan 12 spesies primata berbeda yang hidup berdampingan. Ini menjadikannya salah satu komunitas primata paling awal yang menyerupai ekosistem Amazon modern.