Penulis
Fenomena menarik tidak berhenti di April. Bulan Mei akan menghadirkan dua bulan purnama yakni Flower Moon (1 Mei) yang disebut juga Corn Planting Moon atau Milk Moon, dan Blue Moon (31 Mei).
Ini adalah fenomena langka karena terjadi saat ada dua bulan purnama dalam satu bulan kalender
“Blue Moon adalah bulan purnama kedua dalam satu bulan kalender, sebuah kejadian yang relatif jarang.”
Kenapa Fenomena Ini Menarik?
Rangkaian Pink Moon hingga Blue Moon dalam dua bulan berturut-turut adalah momen langit yang cukup spesial karena menggabungkan fenomena astronomi dan budaya, memberikan peluang observasi langit yang beragam, dan jarang terjadi dalam waktu berdekatan.
Bila kamu ingin mengamati Pink Moon, kamu bisa menggunakan mata telanjang atau binokular sederhana. Yang penting hindari polusi cahaya (cari tempat gelap), dan bersiap lebih awal sebelum bulan terbit.
Fenomena Pink Moon dan Blue Moon menjadi pengingat bahwa langit malam selalu menyimpan cerita. Dari bunga musim semi hingga penentuan hari besar keagamaan, bulan purnama bukan sekadar objek langit—ia adalah bagian dari sejarah dan budaya manusia.
Jadi, jangan lewatkan momen ini. Lihat ke langit pada awal April, dan bersiaplah untuk rangkaian keajaiban berikutnya di bulan Mei.
Baca juga: Fenomena Pink Moon 1 April 2026, Begini Cara Menyaksikannya di Indonesia
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang