Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sejarah Lailatul Qadar: Malam Kemuliaan yang Lebih Baik dari Seribu Bulan

Kompas.com, 10 Maret 2026, 11:56 WIB
Serafica Gischa

Editor

KOMPAS.com - Bagi umat Islam, bulan Ramadhan selalu membawa momen paling istimewa, yaitu Lailatul Qadar atau Malam Kemuliaan. 

Malam ini disebut sebagai waktu turunnya Al Quran secara keseluruhan dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah (langit dunia), sebelum akhirnya disampaikan secara bertahap oleh Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW selama 23 tahun. 

Keistimewaan malam ini diabadikan dalam Al Quran surat Al-Qadr ayat 1-5: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam Qadar. Dan tahukah kamu apakah malam Qadar itu? Malam Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar."

Baca juga: Kapan Malam Lailatul Qadar?

Kapan terjadinya Lailatul Qadar?

Nabi Muhammad SAW tidak pernah menjelaskan secara pasti kapan malam Lailatul Qadar jatuh. Hal ini membuat para ulama berbeda pendapat. 

Menurut Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari, terdapat hingga 45 pendapat mengenai waktu malam tersebut. 

Namun, pendapat paling kuat dan diterima luas adalah bahwa Lailatul Qadar terjadi pada malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadhan, yaitu tanggal 21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadhan.

Pendapat Imam Syafi'i menekankan potensi terbesar pada malam 21 dan 23 Ramadhan. Sementara mayoritas ulama, termasuk dari mazhab Hanafi dan Maliki, lebih condong pada malam 27 Ramadhan. 

Setiap tahun, waktu pastinya berbeda, sehingga Allah merahasiakannya agar umat Islam bersungguh-sungguh beribadah sepanjang 10 malam terakhir. 

Seperti sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Bukhari dari Aisyah RA: "Carilah Lailatul Qadar itu dalam malam ganjil dari 10 hari terakhir bulan Ramadhan."

Baca juga: Perbedaan Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar

Sejarah dan makna turunnya Al Quran pada malam itu

Lailatul Qadar merupakan fase pertama penurunan Al Quran. Allah SWT menurunkan seluruh isi kitab suci dari Lauhul Mahfudz ke langit dunia pada malam tersebut, sebagai titik awal wahyu. 

Kemudian, Malaikat Jibril menyampaikannya secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW, dimulai dari wahyu pertama pada 17 Ramadhan (Nuzulul Quran) di Gua Hira.

Keistimewaan ini juga terkait doa Nabi Muhammad SAW yang mengeluh tentang usia umatnya yang pendek dibanding nabi-nabi sebelumnya. M

elalui surat Al-Qadr, Allah menjanjikan bahwa ibadah pada malam Lailatul Qadar setara dengan pahala seribu bulan atau sekitar 83 tahun 4 bulan (menurut perhitungan Syekh Abdul Halim Mahmud). 

Jika seseorang bertemu Ramadhan selama 50 tahun dan memaksimalkan malam-malam ganjil, pahalanya bisa mencapai ribuan tahun ibadah.

Baca juga: Amalan Malam Lailatul Qadar

Ilustrasi Sejarah Lailatul Qadar: Malam Kemuliaan yang Lebih Baik dari Seribu Bulancanva.com Ilustrasi Sejarah Lailatul Qadar: Malam Kemuliaan yang Lebih Baik dari Seribu Bulan

Tanda-tanda dan keutamaan malam Lailatul Qadar

Beberapa hadis menyebut tanda-tanda malam ini, seperti keheningan mendalam, cahaya lembut tanpa silau, udara sejuk, semangat ibadah tinggi, perasaan damai, serta matahari terbit dengan cahaya berbeda (tidak terlalu terik). 

Halaman:


Terkini Lainnya
Sejarah April Mop: Mengungkap Asal-usul Hari Prank Sedunia dan Lelucon Paling Ikonik dalam Sejarah
Sejarah April Mop: Mengungkap Asal-usul Hari Prank Sedunia dan Lelucon Paling Ikonik dalam Sejarah
Stori
Sejarah Kenapa Harga Batu Bara Bisa Mahal? Ini Faktor Global, Kebijakan, hingga Krisis Energi
Sejarah Kenapa Harga Batu Bara Bisa Mahal? Ini Faktor Global, Kebijakan, hingga Krisis Energi
Stori
Penangkapan Pangeran Diponegoro 28 Maret 1830, Akhir Perang Jawa yang Bersejarah
Penangkapan Pangeran Diponegoro 28 Maret 1830, Akhir Perang Jawa yang Bersejarah
Stori
Apa Itu Lebaran Ketupat? Ini Sejarah, Tradisi, dan Filosofinya di Bulan Syawal
Apa Itu Lebaran Ketupat? Ini Sejarah, Tradisi, dan Filosofinya di Bulan Syawal
Stori
Kenapa Iran Sering Disebut Negara Arab? Ini Fakta Sejarahnya
Kenapa Iran Sering Disebut Negara Arab? Ini Fakta Sejarahnya
Stori
Sejarah Pearl Harbor: Serangan Jepang yang Mengubah Arah Perang Dunia II
Sejarah Pearl Harbor: Serangan Jepang yang Mengubah Arah Perang Dunia II
Stori
Sejarah Halalbihalal di Indonesia: Dari Tradisi Jawa hingga Strategi Politik Soekarno
Sejarah Halalbihalal di Indonesia: Dari Tradisi Jawa hingga Strategi Politik Soekarno
Stori
Sejarah Hari Nyepi: Makna, Nilai, dan Rangkaian Upacara Tahun Baru Saka
Sejarah Hari Nyepi: Makna, Nilai, dan Rangkaian Upacara Tahun Baru Saka
Stori
Mengenal Tawur Kesanga, Upacara Sebelum Nyepi yang Sarat Makna dan Filosofi
Mengenal Tawur Kesanga, Upacara Sebelum Nyepi yang Sarat Makna dan Filosofi
Stori
Rudal Sejjil Iran: Sejarah Senjata Balistik yang Mengubah Kekuatan Timur Tengah
Rudal Sejjil Iran: Sejarah Senjata Balistik yang Mengubah Kekuatan Timur Tengah
Stori
Sejarah Sistem Teritorial TNI: Dari Perang Gerilya hingga Lahirnya Jabatan Kaster
Sejarah Sistem Teritorial TNI: Dari Perang Gerilya hingga Lahirnya Jabatan Kaster
Stori
Sejarah Rudal: Dari Batu Ketapel Kuno hingga Senjata Mutakhir Iran dan Hizbullah
Sejarah Rudal: Dari Batu Ketapel Kuno hingga Senjata Mutakhir Iran dan Hizbullah
Stori
Sejarah Istilah Mudik di Indonesia: Dari Tradisi Lama hingga Fenomena Sosial Lebaran
Sejarah Istilah Mudik di Indonesia: Dari Tradisi Lama hingga Fenomena Sosial Lebaran
Stori
Mengapa Lailatul Qadar Disebut Malam Kemuliaan? Ini 5 Alasan Keistimewaannya dalam Islam
Mengapa Lailatul Qadar Disebut Malam Kemuliaan? Ini 5 Alasan Keistimewaannya dalam Islam
Stori
Sejarah Lailatul Qadar: Malam Kemuliaan yang Lebih Baik dari Seribu Bulan
Sejarah Lailatul Qadar: Malam Kemuliaan yang Lebih Baik dari Seribu Bulan
Stori
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau