Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sejarah Iran, Dari Kejayaan Persia Kuno hingga Revolusi Islam 1979 

Kompas.com, 5 Maret 2026, 16:23 WIB
Serafica Gischa

Editor

KOMPAS.com - Iran merupakan salah satu wilayah dengan sejarah peradaban tertua di dunia. 

Ribuan tahun lalu, kawasan ini menjadi pusat kekuasaan imperium Persia yang pernah menguasai wilayah luas dari Asia Tengah hingga Laut Mediterania.

Namun perjalanan sejarah Iran tidak selalu berjalan mulus. Negara ini mengalami pergantian dinasti, konflik politik, hingga revolusi yang mengubah arah sistem pemerintahannya secara drastis.

Perubahan paling besar terjadi pada Revolusi Iran 1979, ketika sistem monarki yang telah bertahan selama lebih dari dua milenium runtuh dan digantikan oleh Republik Islam Iran.

Peristiwa tersebut tidak hanya mengubah wajah politik Iran, tetapi juga memengaruhi dinamika geopolitik Timur Tengah hingga hari ini.

Baca juga: Israel Serang Iran, Akar Konflik Panjang Sejak Revolusi 1979 Hingga Ledakan di Teheran

Iran dan Kejayaan Persia Kuno

Wilayah Iran memiliki sejarah panjang yang berakar pada peradaban Persia kuno. Sejak ribuan tahun lalu, kawasan ini telah menjadi pusat berbagai kerajaan besar yang memainkan peran penting dalam sejarah dunia.

Iran bahkan dikenal sebagai salah satu negara tertua yang memiliki jejak pemerintahan dinasti yang panjang. Sejarah politiknya mencakup sekitar 18 dinasti yang pernah berkuasa di wilayah tersebut.

Dinasti-dinasti itu antara lain meliputi Mede, Sassania, Samanid, Seljuk, Safawi, Zand, Qajar, hingga Pahlavi.

Pergantian dinasti sering terjadi akibat pemberontakan internal, perebutan kekuasaan, maupun serangan dari kekuatan luar.

Sejarah panjang ini menunjukkan bahwa Iran memiliki tradisi politik dan peradaban yang berkembang selama berabad-abad.

Iran sendiri dahulu lebih dikenal dengan nama Persia, yang merujuk pada identitas historis wilayah tersebut sebelum akhirnya nama Iran digunakan secara resmi dalam hubungan internasional.

Baca juga: Kenapa Kuwait Jadi Negara Kaya? Sejarah Minyak yang Mengubah Negeri Gurun Ini

Iran memiliki nama resmi  Islamic Republic of Iran (Jomhori-eslami-ye Iran) dengan ibu kota Teheran.britannica.com Iran memiliki nama resmi Islamic Republic of Iran (Jomhori-eslami-ye Iran) dengan ibu kota Teheran.

Era Monarki dan Dinasti Pahlavi

Memasuki abad ke-20, Iran berada di bawah pemerintahan monarki modern yang dipimpin oleh Dinasti Pahlavi.

Dinasti ini didirikan oleh Reza Shah Pahlavi pada 1925 setelah menggulingkan Dinasti Qajar.

Pemerintahan Pahlavi berupaya melakukan modernisasi besar-besaran di Iran, termasuk dalam bidang ekonomi, pendidikan, serta militer.

Iran pada masa itu juga menjalin hubungan yang cukup erat dengan negara-negara Barat.

Halaman:


Terkini Lainnya
Sejarah April Mop: Mengungkap Asal-usul Hari Prank Sedunia dan Lelucon Paling Ikonik dalam Sejarah
Sejarah April Mop: Mengungkap Asal-usul Hari Prank Sedunia dan Lelucon Paling Ikonik dalam Sejarah
Stori
Sejarah Kenapa Harga Batu Bara Bisa Mahal? Ini Faktor Global, Kebijakan, hingga Krisis Energi
Sejarah Kenapa Harga Batu Bara Bisa Mahal? Ini Faktor Global, Kebijakan, hingga Krisis Energi
Stori
Penangkapan Pangeran Diponegoro 28 Maret 1830, Akhir Perang Jawa yang Bersejarah
Penangkapan Pangeran Diponegoro 28 Maret 1830, Akhir Perang Jawa yang Bersejarah
Stori
Apa Itu Lebaran Ketupat? Ini Sejarah, Tradisi, dan Filosofinya di Bulan Syawal
Apa Itu Lebaran Ketupat? Ini Sejarah, Tradisi, dan Filosofinya di Bulan Syawal
Stori
Kenapa Iran Sering Disebut Negara Arab? Ini Fakta Sejarahnya
Kenapa Iran Sering Disebut Negara Arab? Ini Fakta Sejarahnya
Stori
Sejarah Pearl Harbor: Serangan Jepang yang Mengubah Arah Perang Dunia II
Sejarah Pearl Harbor: Serangan Jepang yang Mengubah Arah Perang Dunia II
Stori
Sejarah Halalbihalal di Indonesia: Dari Tradisi Jawa hingga Strategi Politik Soekarno
Sejarah Halalbihalal di Indonesia: Dari Tradisi Jawa hingga Strategi Politik Soekarno
Stori
Sejarah Hari Nyepi: Makna, Nilai, dan Rangkaian Upacara Tahun Baru Saka
Sejarah Hari Nyepi: Makna, Nilai, dan Rangkaian Upacara Tahun Baru Saka
Stori
Mengenal Tawur Kesanga, Upacara Sebelum Nyepi yang Sarat Makna dan Filosofi
Mengenal Tawur Kesanga, Upacara Sebelum Nyepi yang Sarat Makna dan Filosofi
Stori
Rudal Sejjil Iran: Sejarah Senjata Balistik yang Mengubah Kekuatan Timur Tengah
Rudal Sejjil Iran: Sejarah Senjata Balistik yang Mengubah Kekuatan Timur Tengah
Stori
Sejarah Sistem Teritorial TNI: Dari Perang Gerilya hingga Lahirnya Jabatan Kaster
Sejarah Sistem Teritorial TNI: Dari Perang Gerilya hingga Lahirnya Jabatan Kaster
Stori
Sejarah Rudal: Dari Batu Ketapel Kuno hingga Senjata Mutakhir Iran dan Hizbullah
Sejarah Rudal: Dari Batu Ketapel Kuno hingga Senjata Mutakhir Iran dan Hizbullah
Stori
Sejarah Istilah Mudik di Indonesia: Dari Tradisi Lama hingga Fenomena Sosial Lebaran
Sejarah Istilah Mudik di Indonesia: Dari Tradisi Lama hingga Fenomena Sosial Lebaran
Stori
Mengapa Lailatul Qadar Disebut Malam Kemuliaan? Ini 5 Alasan Keistimewaannya dalam Islam
Mengapa Lailatul Qadar Disebut Malam Kemuliaan? Ini 5 Alasan Keistimewaannya dalam Islam
Stori
Sejarah Lailatul Qadar: Malam Kemuliaan yang Lebih Baik dari Seribu Bulan
Sejarah Lailatul Qadar: Malam Kemuliaan yang Lebih Baik dari Seribu Bulan
Stori
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau