Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bolehkah Membunuh Kecoa sampai Hancur?

Kompas.com, 12 Februari 2022, 06:05 WIB
Diva Lufiana Putri,
Sari Hardiyanto

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Saat musim hujan, keberadaan kecoa di rumah akan jauh lebih banyak karena mereka cenderung menjauhi air dan memilih masuk ke dalam rumah.

Masuknya kecoa ke dalam rumah tentu sangat mengganggu dan menimbulkan kekhawatiran tersendiri.

Hal itu dikarenakan habitatnya yang berada di lingkungan kotor, sehingga bisa saja menjadi sarana penyebar berbagai bakteri dan virus penyebab penyakit bagi manusia.

Baca juga: Banyak Ditakuti, Seberapa Kuat Kecoa?

Membasmi kecoa, nyatanya tidak semudah yang dibayangkan.

Jalannya yang cepat ditambah kemampuannya untuk terbang, menjadikan manusia seolah tidak berdaya saat berhadapan dengan kecoa.

Apalagi tersiar rumor larangan membunuh kecoa dengan cara memukul atau menginjak hingga keluar isi perutnya.

Hal tersebut dilandasi adanya cacing di perut kecoa yang bisa masuk ke dalam tubuh manusia.

Baca juga: Benarkah Kecoa Bisa Selamat dari Nuklir?

Namun, benarkah demikian?

Penjelasan dokter soal larangan membunuh kecoa

Basmilah kecoa dengan bahan dapur yang relatif efektif dan aman.SHUTTERSTOCK / kaninw Basmilah kecoa dengan bahan dapur yang relatif efektif dan aman.

Dokter hewan sekaligus akademisi asal Universitas Gadjah Mada Slamet Raharjo membantah keras soal rumor tersebut.

Menurut Slamet, di dalam perut kecoa, tepatnya di dalam saluran pencernaan memang banyak mikroba atau kuman.

Namun, kuman-kuman tersebut tidak patogen atau menyebarkan penyakit serta tidak berbahaya untuk manusia.

Baca juga: Mengapa Semut Berhenti Setiap Berpapasan dengan Semut Lainnya?

Lebih lanjut Slamet menjelaskan, hewan kelas rendah seperti insekta (serangga) termasuk kecoa, mikroba atau kuman penyebab penyakitnya berbeda dengan yang menyerang manusia.

“Sehingga rumor membunuh kecoa tidak boleh perut sampai pecah supaya kumannya tidak menulari manusia, itu tidak benar sama sekali,” jelas Slamet dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Jumat (11/2/2022).

Secara ilmiah, tidak masalah untuk membunuh kecoa dengan cara “menggeprek” tubuhnya.

Baca juga: Mudah dan Aman, Ini Cara Mengusir Kecoa dengan Bahan Dapur

Halaman:


Terkini Lainnya
Pemerintah Berlakukan Transformasi Budaya Kerja Nasional, Ini Poin-poinnya
Pemerintah Berlakukan Transformasi Budaya Kerja Nasional, Ini Poin-poinnya
Tren
Resmi Berlaku 1 April 2026, Ini Batas Pembelian BBM Subsidi per Kendaraan
Resmi Berlaku 1 April 2026, Ini Batas Pembelian BBM Subsidi per Kendaraan
Tren
5 Fakta 3 Prajurit TNI Gugur karena Serangan Israel ke Lebanon, Teheran Tak Mau Disalahkan
5 Fakta 3 Prajurit TNI Gugur karena Serangan Israel ke Lebanon, Teheran Tak Mau Disalahkan
Tren
Analisis Geospasial: Hujan Bukan Satu-satunya Penyebab Banjir dan Longsor di Indonesia, Apa Saja?
Analisis Geospasial: Hujan Bukan Satu-satunya Penyebab Banjir dan Longsor di Indonesia, Apa Saja?
Tren
Resmi, Ini Daftar Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg Per 1 April 2026
Resmi, Ini Daftar Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg Per 1 April 2026
Tren
Respons Strategis Asia terhadap Krisis Energi Global 2026: Indonesia Terapkan WFH, Sri Lanka Rabu Libur
Respons Strategis Asia terhadap Krisis Energi Global 2026: Indonesia Terapkan WFH, Sri Lanka Rabu Libur
Tren
Jangka Waktu Terus Diperpanjang, Pakar Sebut AS Sudah Tak Lagi Kendalikan Perang Iran
Jangka Waktu Terus Diperpanjang, Pakar Sebut AS Sudah Tak Lagi Kendalikan Perang Iran
Tren
Sudah Berapa Orang yang Tewas Usai AS-Israel Serang Iran dan di Mana Saja?
Sudah Berapa Orang yang Tewas Usai AS-Israel Serang Iran dan di Mana Saja?
Tren
Respons Israel soal 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Apa Kata Mereka?
Respons Israel soal 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Apa Kata Mereka?
Tren
Pesawat Sengaja Dijatuhkan di Meksiko, Ini Kursi Paling Aman Menurut Hasil Uji
Pesawat Sengaja Dijatuhkan di Meksiko, Ini Kursi Paling Aman Menurut Hasil Uji
Tren
Harga BBM April 2026 Tetap, Stok di Indonesia Aman? Ini Kata Pertamina
Harga BBM April 2026 Tetap, Stok di Indonesia Aman? Ini Kata Pertamina
Tren
Pink Moon Muncul 1–2 April 2026, Ini Bedanya dengan Bulan Purnama Biasa
Pink Moon Muncul 1–2 April 2026, Ini Bedanya dengan Bulan Purnama Biasa
Tren
PLN Beri Potongan Rp 10.000 Bayar Listrik via PLN Mobile, Ini Jadwalnya
PLN Beri Potongan Rp 10.000 Bayar Listrik via PLN Mobile, Ini Jadwalnya
Tren
WFH ASN Setiap Jumat Resmi Berlaku, Ini Untung-Rugi dari Sudut Psikologi Kerja
WFH ASN Setiap Jumat Resmi Berlaku, Ini Untung-Rugi dari Sudut Psikologi Kerja
Tren
Daftar Sektor Pekerjaan yang Tak Ikut Kebijakan WFH Pemerintah, Apa Saja?
Daftar Sektor Pekerjaan yang Tak Ikut Kebijakan WFH Pemerintah, Apa Saja?
Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau