KOMPAS.com - Sama seperti manusia yang mencari tempat aman saat cuaca basah, berbagai hama rumah seperti tikus dan kecoak juga melakukan hal yang sama.
“Mereka masuk ke dalam rumah karena alasan yang sama seperti kita,” ujar David Brittain dari perusahaan pengendalian hama Kiwicare, dikutip dari Stuff (6/4/2017).
Menurut Brittain, kondisi lembap membuat banyak serangga justru semakin aktif.
“Kebanyakan serangga lebih menyukai kondisi hangat dan nyaman, bukan basah dan dingin,” kata dia.
Ia menambahkan, kecoak dan semut termasuk jenis serangga yang paling sering masuk ke dalam rumah ketika hujan turun. Begitu pula dengan hama tikus.
Saat lingkungan alaminya digenangi air, hewan ini akan mencari tempat yang lebih stabil dan hangat, menjadikan rumah manusia sebagai target utama.
Lantas, bagaimana cara membasmi serbuan tikus dan kecoak saat musim hujan?
Baca juga: [POPULER TREN] Rangka Atap Kayu Vs Baja Ringan, Mana Lebih Kuat? | Cara Usir Tikus ala Dosen UGM
Dosen Fakultas Biologi UGM, Donan Satria Yudha, menjelaskan bahwa peningkatan kemunculan tikus saat musim hujan berkaitan langsung dengan kondisi habitatnya.
Ia menuturkan bahwa curah hujan tinggi membuat rumah tikus kerap terendam.
“Saat hujan deras, habitat alami tikus mengalami kebanjiran, sehingga tikus menjadi tidak nyaman di habitat alaminya. Hal tersebut mendorong mereka untuk mencari perlindungan di tempat yang lebih nyaman, salah satunya adalah di dalam rumah manusia,” jelas Donan saat dihubungi Kompas.com, Kamis (13/11/2025).
Menurut Donan, tikus akan memilih tempat bersarang seperti loteng, ruang bawah tanah, belakang mesin cuci, dispenser, oven, hingga area sempit dan gelap yang jarang disentuh penghuni rumah.
Kondisi rumah yang hangat dan adanya sisa makanan menarik tikus untuk membuat sarang di sana.
Dia pun memberikan beberapa tips mencegah serbuan tikus dari rumah.
Baca juga: Pengendali Hama Ungkap Cara Efektif Usir Tikus dan Kutu Busuk dengan Aman
Langkah yang pertama adalah dengan menutup celah-celah di seluruh rumah.
“Tutup semua retakan, lubang, atau celah sebagai jalan masuk tikus. Area saluran pembuangan, celah pintu dan jendela, serta atap adalah titik masuk yang paling umum,” ujar Donan.
Kemudian, ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan rumah agar tikus tidak menemukan sumber makanan.
“Simpan makanan dalam wadah tertutup rapat, segera bersihkan remah atau tumpahan, dan gunakan tempat sampah dengan penutup,” jelas dia .
"Ketiga, kurangi tempat yang berantakan dan gelap. Nyalakan lampu di area seperti ruang bawah tanah atau loteng pada malam hari agar tidak menarik tikus," lanjutnya.
Terakhir, ia mengatakan, bahwa penggunaan pengusir dan perangkap tikus alami dapat membantu.
“Gunakan minyak peppermint, cabai rawit, atau cuka di titik-titik rawan. Bahan dengan bau menyengat tersebut aman tetapi tidak disukai tikus,” tutur dia.
Baca juga: Satu-satunya Gajah di Delhi India Mati, Ternyata akibat Virus Langka dari Tikus
Ilustrasi kecoakSejumlah bahan alami bisa menjadi alternatif yang lebih aman sekaligus efektif, dikutip dari Kompas.com (8/12/2021).
Salah satu cara yang paling populer adalah menggunakan campuran soda kue dan gula. Gula berfungsi menarik kecoak.
Sementara itu, soda kue memicu reaksi mematikan ketika terbawa masuk ke tubuh kecoak. Campuran ini dapat diletakkan di sudut gelap dan lembap.
Selain itu, daun catnip juga dikenal ampuh mengusir kecoak berkat kandungan nepetalactone. Daunnya direbus sekitar 10 menit, lalu airnya disemprotkan pada titik-titik rawan.
Tidak hanya itu, daun salam pun dapat dimanfaatkan. Ketika dihancurkan dan disebarkan di sudut-sudut rumah, aromanya membuat kecoak enggan mendekat.
Bahan lain yang dapat membasmi kawanan kecoak adalah silica gel yang biasanya ditemukan dalam paket kertas kecil yang berfungsi mengontrol kelembapan barang agar tidak berjamur.
Saat dicampur dengan gula, silica gel dapat mengeringkan tubuh kecoak hingga mati. Walaupun begitu, bahan satu ini harus dijauhkan dari anak-anak dan hewan peliharaan.
Terakhir, boraks juga dapat digunakan untuk mengusir kawanan kecoak yang masuk rumah saat musim hujan.
Ketika bercampur gula dan disemprotkan ke area sarang kecoak, boraks merusak lapisan usus kecoak sehingga efektif membasmi. Agar lebih kuat, campuran ini bisa diberi beberapa tetes minyak peppermint.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang