KOMPAS.com - Banyak jenis lantai yang digunakan untuk tempat tinggal berdasarkan material penyusunannya.
Pemilihan jenis lantai ini biasanya dipengaruhi oleh preferensi tampilan yang diinginkan, kenyamanan, dan keterjangkauan harganya.
Keramik, granit, dan marmer adalah jenis lantai yang paling populer karena banyaknya pilihan warna serta polanya.
Sebagai informasi, lantai keramik terbuat dari tanah liat dan air yang kemudian dikeringkan dan dibakar hingga keras.
Baca juga: Berapa Kebutuhan Listrik dalam Sehari? Ini Perkiraannya
Sedangkan lantai granit berasal dari batu granit yang terbuat dari mineral utama kuarsa, feldspar, dan mika.
Granit tersebut adalah batuan beku yang terbentuk dari pendinginan dan kristalisasi lambat magma di dalam kerak Bumi.
Sementara lantai marmer berasal dari batu marmer yang terbentuk dari rekristalisasi pada batu kapur atau dolomit.
Batu kapur tersebut mengalami proses metamorfosis akibat tekanan dan panas ekstrem di dalam kerak Bumi.
Lantas, mana yang paling tahan lama?
Baca juga: Takaran Pasir dan Semen yang Tepat agar Dinding Rumah Tak Retak Menurut Arsitek
Dosen teknik sipil Universitas Gadjah Mada (UGM), Ashar Saputra menyampaikan granit adalah jenis lantai yang paling tahan lama, diikuti marmer dan keramik.
Namun ketahanan ini juga dipengaruhi oleh bagaimana penghuni rumah melakukan perawatan terhadap lantai-lantai tersebut.
“Kalau perawatan benar, granit paling awet,” kata dia kepada Kompas.com, Jumat (14/11/2025).
“Sementara marmer dan keramik bergantung ketepatan pemeliharaan, namun kurang lebih bisa sama,” imbuhnya.
Ashar juga menyampaikan bahwa granit adalah jenis lantai yang paling tahan panas. Sehingga, paling cocok jika menjadi alas wajan atau panci panas.
Pasalnya, batu granit mempunyai kerapatan atau kepadatan paling tinggi dibandingkan marmer dan keramik.