Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa Saja Jenis Keramik yang Cocok untuk Kamar Mandi?

Kompas.com, 18 November 2025, 20:00 WIB
Rheandita Vella Aresta,
Ahmad Naufal Dzulfaroh

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kamar mandi merupakan salah satu ruangan yang membutuhkan perhatian khusus dalam pemilihan material keramik. 

Berbeda dengan ruangan lain di rumah, kamar mandi memiliki tingkat kelembapan yang sangat tinggi dan sering terpapar air.

Kondisi ini menuntut keramik dengan spesifikasi khusus yang mampu menahan beban basah, tidak licin saat terkena air, serta mudah dibersihkan dari noda sabun dan kotoran. 

Tanpa pertimbangan matang, kesalahan dalam memilih keramik bisa berakibat fatal, mulai dari lantai yang licin hingga cepat berjamur.

Lantas, keramik jenis apa yang sebaiknya dipilih untuk area kamar mandi?

Baca juga: Lantai Keramik, Granit, dan Marmer, Mana yang Paling Tahan Lama?


Pilihan terbaik untuk lantai kamar mandi basah

Kepala Program Studi Pendidikan Profesi Arsitek Fakultas Teknik, Universitas Negeri Sebelas Marat (UNS) Surakarta, Yosafat Winarto mengatakan, material terbaik untuk lantai kamar mandi saat ini adalah keramik, porselen, atau homogeneous tiles.

Menurutnya, ketiga produk fabrikasi dengan ketahanan yang baik itu memiliki pilihan tekstir, motif, warna, hingga ukuran yang sangat beragam.

Ia menjelaskan, tekstur permukaan lantai sangat penting untuk kamar mandi basah maupun kering.

“Kamar mandi di area basah perlu memilih lantai dengan tekstur atau pola groove permukaan yang tidak licin, tetapi kamar mandi di area kering bisa atau boleh dengan tekstur halus yang tidak licin ketika terkena air,” kata Yosafat saat dihubungi Kompas.com, Selasa (18/11/2025).

Baca juga: Lebih Untung Mana, Pakai Keramik, Vinyl, atau Semen Ekspos untuk Lantai Rumah? Ini Kata Dosen UGM

Pemilihan warna juga berpengaruh apabila dilihat dari sisi estetika. Warna terang dapat membantu memantulkan cahaya, baik siang maupun malam.

Sementara, warna gelap atau redup tetap bisa dipilih bila ingin suasana tertentu.

Yosafat menambahkan, keramik, porselen, dan homogeneous tiles mudah dipasang, banyak tersedia, dan mudah dibersihkan. Namun, ia mengingatkan adanya satu kekurangan.

“Pabrik membuat varian warna atau tekstur yang bisa berbeda-beda setiap produksi, sehingga bila ada kerusakan dan membutuhkan penggantian, sering kali warna atau motif yang sama sudah tidak ditemukan di pasaran,” imbuh dia.

Baca juga: Lebih Dingin Mana untuk Lantai Rumah di Indonesia, Keramik, Granit, atau Marmer?

Lantai kamar mandi sebaiknya dipasang sebelum kloset

Selain pemilihan jenis keramik, urutan pemasangan material juga sering menimbulkan pertanyaan terkait renovasi kamar mandi.

Wakil Presiden Operasi Benjamin Franklin Plumbing, Joseph Wade menjelaskan, lantai sebaiknya dipasang terlebih dahulu sebelum kloset.

“Hal ini untuk memastikan flensa toilet disegel pada permukaan yang rata, serta terpasang dengan benar ke pipa ledeng,” ujarnya, dikutip dari House Digest, Minggu (10/3/2024).

Menurutnya, larangan memasang kloset lebih dulu berlaku untuk semua jenis lantai, mulai dari ubin, marmer, laminasi hingga vinil.

Berikut ini beberapa manfaat penting memasang lantai terlebih :

  • Mencegah terbentuknya jalur kebocoran
  • Mengurangi risiko kerusakan struktur rumah akibat air
  • Menghindari pemotongan ubin dengan bentuk tak beraturan
  • Menghasilkan tampilan akhir yang lebih rapi.

“Jika menginginkan hasil akhir berkualitas tinggi saat merenovasi kamar mandi, sebaiknya memasang lantai kamar mandi terlebih dahulu,” kata dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Berlaku 1 April 2026, Ini 7 Aturan Baru Transformasi Budaya Kerja, WFH ASN hingga Efisiensi Perjalanan Dinas
Berlaku 1 April 2026, Ini 7 Aturan Baru Transformasi Budaya Kerja, WFH ASN hingga Efisiensi Perjalanan Dinas
Tren
Resmi Berlaku 1 April 2026, Ini Batas Pembelian BBM Subsidi per Kendaraan
Resmi Berlaku 1 April 2026, Ini Batas Pembelian BBM Subsidi per Kendaraan
Tren
5 Fakta 3 Prajurit TNI Gugur karena Serangan Israel ke Lebanon, Teheran Tak Mau Disalahkan
5 Fakta 3 Prajurit TNI Gugur karena Serangan Israel ke Lebanon, Teheran Tak Mau Disalahkan
Tren
Analisis Geospasial: Hujan Bukan Satu-satunya Penyebab Banjir dan Longsor di Indonesia, Apa Saja?
Analisis Geospasial: Hujan Bukan Satu-satunya Penyebab Banjir dan Longsor di Indonesia, Apa Saja?
Tren
Resmi, Ini Daftar Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg Per 1 April 2026
Resmi, Ini Daftar Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg Per 1 April 2026
Tren
Respons Strategis Asia terhadap Krisis Energi Global 2026: Indonesia Terapkan WFH, Sri Lanka Rabu Libur
Respons Strategis Asia terhadap Krisis Energi Global 2026: Indonesia Terapkan WFH, Sri Lanka Rabu Libur
Tren
Jangka Waktu Terus Diperpanjang, Pakar Sebut AS Sudah Tak Lagi Kendalikan Perang Iran
Jangka Waktu Terus Diperpanjang, Pakar Sebut AS Sudah Tak Lagi Kendalikan Perang Iran
Tren
Sudah Berapa Orang yang Tewas Usai AS-Israel Serang Iran dan di Mana Saja?
Sudah Berapa Orang yang Tewas Usai AS-Israel Serang Iran dan di Mana Saja?
Tren
Respons Israel soal 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Apa Kata Mereka?
Respons Israel soal 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Apa Kata Mereka?
Tren
Pesawat Sengaja Dijatuhkan di Meksiko, Ini Kursi Paling Aman Menurut Hasil Uji
Pesawat Sengaja Dijatuhkan di Meksiko, Ini Kursi Paling Aman Menurut Hasil Uji
Tren
Harga BBM April 2026 Tetap, Stok di Indonesia Aman? Ini Kata Pertamina
Harga BBM April 2026 Tetap, Stok di Indonesia Aman? Ini Kata Pertamina
Tren
Pink Moon Muncul 1–2 April 2026, Ini Bedanya dengan Bulan Purnama Biasa
Pink Moon Muncul 1–2 April 2026, Ini Bedanya dengan Bulan Purnama Biasa
Tren
PLN Beri Potongan Rp 10.000 Bayar Listrik via PLN Mobile, Ini Jadwalnya
PLN Beri Potongan Rp 10.000 Bayar Listrik via PLN Mobile, Ini Jadwalnya
Tren
WFH ASN Setiap Jumat Resmi Berlaku, Ini Untung-Rugi dari Sudut Psikologi Kerja
WFH ASN Setiap Jumat Resmi Berlaku, Ini Untung-Rugi dari Sudut Psikologi Kerja
Tren
Daftar Sektor Pekerjaan yang Tak Ikut Kebijakan WFH Pemerintah, Apa Saja?
Daftar Sektor Pekerjaan yang Tak Ikut Kebijakan WFH Pemerintah, Apa Saja?
Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau