KOMPAS.com - Kamar mandi merupakan salah satu ruangan yang membutuhkan perhatian khusus dalam pemilihan material keramik.
Berbeda dengan ruangan lain di rumah, kamar mandi memiliki tingkat kelembapan yang sangat tinggi dan sering terpapar air.
Kondisi ini menuntut keramik dengan spesifikasi khusus yang mampu menahan beban basah, tidak licin saat terkena air, serta mudah dibersihkan dari noda sabun dan kotoran.
Tanpa pertimbangan matang, kesalahan dalam memilih keramik bisa berakibat fatal, mulai dari lantai yang licin hingga cepat berjamur.
Lantas, keramik jenis apa yang sebaiknya dipilih untuk area kamar mandi?
Baca juga: Lantai Keramik, Granit, dan Marmer, Mana yang Paling Tahan Lama?
Kepala Program Studi Pendidikan Profesi Arsitek Fakultas Teknik, Universitas Negeri Sebelas Marat (UNS) Surakarta, Yosafat Winarto mengatakan, material terbaik untuk lantai kamar mandi saat ini adalah keramik, porselen, atau homogeneous tiles.
Menurutnya, ketiga produk fabrikasi dengan ketahanan yang baik itu memiliki pilihan tekstir, motif, warna, hingga ukuran yang sangat beragam.
Ia menjelaskan, tekstur permukaan lantai sangat penting untuk kamar mandi basah maupun kering.
“Kamar mandi di area basah perlu memilih lantai dengan tekstur atau pola groove permukaan yang tidak licin, tetapi kamar mandi di area kering bisa atau boleh dengan tekstur halus yang tidak licin ketika terkena air,” kata Yosafat saat dihubungi Kompas.com, Selasa (18/11/2025).
Baca juga: Lebih Untung Mana, Pakai Keramik, Vinyl, atau Semen Ekspos untuk Lantai Rumah? Ini Kata Dosen UGM
Pemilihan warna juga berpengaruh apabila dilihat dari sisi estetika. Warna terang dapat membantu memantulkan cahaya, baik siang maupun malam.
Sementara, warna gelap atau redup tetap bisa dipilih bila ingin suasana tertentu.
Yosafat menambahkan, keramik, porselen, dan homogeneous tiles mudah dipasang, banyak tersedia, dan mudah dibersihkan. Namun, ia mengingatkan adanya satu kekurangan.
“Pabrik membuat varian warna atau tekstur yang bisa berbeda-beda setiap produksi, sehingga bila ada kerusakan dan membutuhkan penggantian, sering kali warna atau motif yang sama sudah tidak ditemukan di pasaran,” imbuh dia.
Baca juga: Lebih Dingin Mana untuk Lantai Rumah di Indonesia, Keramik, Granit, atau Marmer?
Selain pemilihan jenis keramik, urutan pemasangan material juga sering menimbulkan pertanyaan terkait renovasi kamar mandi.
Wakil Presiden Operasi Benjamin Franklin Plumbing, Joseph Wade menjelaskan, lantai sebaiknya dipasang terlebih dahulu sebelum kloset.
“Hal ini untuk memastikan flensa toilet disegel pada permukaan yang rata, serta terpasang dengan benar ke pipa ledeng,” ujarnya, dikutip dari House Digest, Minggu (10/3/2024).
Menurutnya, larangan memasang kloset lebih dulu berlaku untuk semua jenis lantai, mulai dari ubin, marmer, laminasi hingga vinil.
Berikut ini beberapa manfaat penting memasang lantai terlebih :
“Jika menginginkan hasil akhir berkualitas tinggi saat merenovasi kamar mandi, sebaiknya memasang lantai kamar mandi terlebih dahulu,” kata dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang