KOMPAS.com - Pakistan pada Kamis (26/3/2026) menegaskan keterlibatan langsungnya sebagai perantara komunikasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dalam upaya mengakhiri konflik di Timur Tengah.
Langkah ini menjadi pendekatan baru, mengingat sebelumnya Oman kerap berperan sebagai mediator dalam perundingan nuklir Iran dan AS, yang selama ini berulang kali berujung kebuntuan.
Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, menyebut isu yang beredar di media tidak sepenuhnya tepat.
“Telah beredar spekulasi yang tidak perlu di media mengenai perundingan perdamaian untuk mengakhiri konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah,” ujarnya melalui platform X dikutip dari Antara, Kamis (26/3/2026).
Baca juga: Kenaikan Harga BBM Meluas di ASEAN Imbas Perang AS–Israel vs Iran, Indonesia Bisa Menyusul?
Ia kemudian mengungkapkan bahwa negosiasi Iran dan AS berjalan secara tidak langsung melalui Islamabad.
“Pada kenyataannya, pembicaraan tidak langsung AS dan Iran berlangsung melalui pesan yang disampaikan Pakistan,” kata Dar, sembari mengonfirmasi bahwa Washington telah mengajukan rencana 15 poin yang kini tengah dipertimbangkan Teheran.
Pernyataan tersebut muncul di tengah informasi dari sumber di Islamabad yang menyebut pekan ini krusial bagi peluang tercapainya terobosan dalam dialog AS-Iran.
Sumber yang sama juga mengungkapkan bahwa Pakistan memperkirakan kedatangan delegasi AS, meski Iran masih berhati-hati akibat rendahnya tingkat kepercayaan.
Selain itu, Dar turut mengapresiasi dukungan dari negara lain. Ia menilai peran Turkiye dan Mesir serta pihak terkait lainnya penting dalam mendorong inisiatif perdamaian tersebut.
Menutup pernyataannya, Dar menegaskan komitmen Pakistan dalam menjaga stabilitas kawasan.
“Pakistan tetap sepenuhnya berkomitmen untuk mempromosikan perdamaian dan terus melakukan segala upaya untuk memastikan stabilitas di kawasan dan sekitarnya,” ujarnya.
“Dialog dan diplomasi adalah satu-satunya jalan ke depan,” tambahnya.
Baca juga: Munculnya 15 Poin Proposal AS dan 7 Syarat Damai Iran...
Tak lagi Oman, Pakistan kini jadi penghubung AS–Iran. Diplomasi baru muncul di tengah mandeknya negosiasi lamaDilansir dari Dawn, Selasa (24/3/2026), memasuki pekan keempat perang AS-Israel melawan Iran, dinamika konflik tak lagi hanya ditentukan di medan tempur, tetapi juga oleh manuver diplomatik yang kian intens di balik layar.
Dalam situasi ini, Pakistan mulai sering disebut dalam percaturan internasional.