Beberapa fasilitas yang menjadi sasaran serangan meliputi:
IDF juga menyebut sejumlah negara telah menjatuhkan sanksi terhadap universitas tersebut beserta pejabatnya karena afiliasinya dengan IRGC.
Baca juga: Presiden Iran Komentari Demo “No Kings”, Sebut Warga AS Marah pada “Israel First”
Pada akhir pekan lalu, angkatan udara Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas industri militer Iran di Teheran, sebagaimana dilansir dari The Jerusalem Post.
Salah satu target utamanya adalah pusat produksi Kementerian Pertahanan yang membuat komponen vital rudal balistik.
Sasaran lain mencakup berbagai fasilitas produksi dan penyimpanan senjata.
Israel juga menargetkan fasilitas produksi mesin drone serta fasilitas pengembangan pertahanan udara.
Baca juga: 5 Fakta Prajurit TNI Gugur di Lebanon akibat Serangan Israel
Sebagai informasi, eskalasi militer gabungan antara Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran pecah sejak 28 Februari 2026.
Mengutip dari Al Jazeera, Senin, AS-Israel telah meluncurkan ribuan serangan di seluruh penjuru negeri Iran.
Mereka menyasar infrastruktur militer maupun sipil, seperti rumah sakit, sekolah, dan tempat tinggal.
Dilaporkan Iran bahwa lebih dari 2.000 orang tewas imbas eskalasi militer yang diluncurkan AS- Israel di sekitar 90.000 lokasi sipil.
Baca juga: Media Asing Ramai Soroti Serangan Israel Tewaskan Personel TNI di Lebanon, Apa Kata Mereka?
Sedangkan Iran dilaporkan mengirimkan serangan balasan terhadap fasilitas militer, industri, sipil, dan energi di Israel, yang mana menewaskan sedikitnya 19 orang dan melukai ribuan orang.
Selain itu, Iran juga menembakkan rudal dan drone ke beberapa wilayah Timur Tengah yang merupakan pangkalan militer AS.
Dalam serangan itu, 25 orang dilaporkan tewas. Lalu, setidaknya 13 tentara AS dinyatakan tewas dalam serangan itu.
Ketegangan masih memanas. Dilaporkan, serangan Israel dan AS terus meluas hingga menyasar fasilitas sipil seperti pembangkit listrik dan instalasi penyulingan air laut (desalinasi). Hal ini memicu reaksi balik dari Iran.
Pada hari Minggu, Iran menyerang pabrik desalinasi di Kuwait.
Serangan ini menuai keresahan besar di negara-negara Teluk, lantaran mereka sangat bergantung pada pasokan air hasil penyulingan tersebut.
Baca juga: PBB Buka Suara soal Gugurnya Personel TNI dalam Serangan Israel di Lebanon
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang