Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Netanyahu Klaim Misi Militer Israel ke Iran Sudah Lewati Titik Tengah

Kompas.com, 31 Maret 2026, 15:00 WIB
Mannisa Elfira Putri Aji Suharno,
Irawan Sapto Adhi

Tim Redaksi

Beberapa fasilitas yang menjadi sasaran serangan meliputi:

  • Terowongan angin untuk pengujian rudal balistik
  • Pusat kimia untuk pengembangan senjata kimia
  • Pusat teknologi dan teknik di bidang mekanik

IDF juga menyebut sejumlah negara telah menjatuhkan sanksi terhadap universitas tersebut beserta pejabatnya karena afiliasinya dengan IRGC.

Baca juga: Presiden Iran Komentari Demo “No Kings”, Sebut Warga AS Marah pada “Israel First”

IDF serang lokasi Kementerian Pertahanan Iran

Pada akhir pekan lalu, angkatan udara Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas industri militer Iran di Teheran, sebagaimana dilansir dari The Jerusalem Post.

Salah satu target utamanya adalah pusat produksi Kementerian Pertahanan yang membuat komponen vital rudal balistik.

Sasaran lain mencakup berbagai fasilitas produksi dan penyimpanan senjata. 

Israel juga menargetkan fasilitas produksi mesin drone serta fasilitas pengembangan pertahanan udara.

Baca juga: 5 Fakta Prajurit TNI Gugur di Lebanon akibat Serangan Israel

Perang AS-Israel dan Iran

Sebagai informasi, eskalasi militer gabungan antara Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran pecah sejak 28 Februari 2026.

Mengutip dari Al Jazeera, Senin, AS-Israel telah meluncurkan ribuan serangan di seluruh penjuru negeri Iran.

Mereka menyasar infrastruktur militer maupun sipil, seperti rumah sakit, sekolah, dan tempat tinggal.

Dilaporkan Iran bahwa lebih dari 2.000 orang tewas imbas eskalasi militer yang diluncurkan AS- Israel di sekitar 90.000 lokasi sipil. 

Baca juga: Media Asing Ramai Soroti Serangan Israel Tewaskan Personel TNI di Lebanon, Apa Kata Mereka?

Sedangkan Iran dilaporkan mengirimkan serangan balasan terhadap fasilitas militer, industri, sipil, dan energi di Israel, yang mana menewaskan sedikitnya 19 orang dan melukai ribuan orang.

Selain itu, Iran juga menembakkan rudal dan drone ke beberapa wilayah Timur Tengah yang merupakan pangkalan militer AS. 

Dalam serangan itu, 25 orang dilaporkan tewas. Lalu, setidaknya 13 tentara AS dinyatakan tewas dalam serangan itu.

Ketegangan masih memanas. Dilaporkan, serangan Israel dan AS terus meluas hingga menyasar fasilitas sipil seperti pembangkit listrik dan instalasi penyulingan air laut (desalinasi). Hal ini memicu reaksi balik dari Iran. 

Pada hari Minggu, Iran menyerang pabrik desalinasi di Kuwait. 

Serangan ini menuai keresahan besar di negara-negara Teluk, lantaran mereka sangat bergantung pada pasokan air hasil penyulingan tersebut.

Baca juga: PBB Buka Suara soal Gugurnya Personel TNI dalam Serangan Israel di Lebanon

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:


Terkini Lainnya
10 Orang Terkaya di Dunia Awal April 2026 Versi Forbes, Kekayaan Elon Musk Rp 13.862 triliun
10 Orang Terkaya di Dunia Awal April 2026 Versi Forbes, Kekayaan Elon Musk Rp 13.862 triliun
Tren
Ancaman Nyata Pesisir Utara Jawa: Pekalongan, Semarang, Jakarta Bisa Tenggelam
Ancaman Nyata Pesisir Utara Jawa: Pekalongan, Semarang, Jakarta Bisa Tenggelam
Tren
Berlaku 1 April 2026, Ini 7 Aturan Baru Transformasi Budaya Kerja, WFH ASN hingga Efisiensi Perjalanan Dinas
Berlaku 1 April 2026, Ini 7 Aturan Baru Transformasi Budaya Kerja, WFH ASN hingga Efisiensi Perjalanan Dinas
Tren
Resmi Berlaku 1 April 2026, Ini Batas Pembelian BBM Subsidi per Kendaraan
Resmi Berlaku 1 April 2026, Ini Batas Pembelian BBM Subsidi per Kendaraan
Tren
5 Fakta 3 Prajurit TNI Gugur karena Serangan Israel ke Lebanon, IDF Tak Mau Disalahkan
5 Fakta 3 Prajurit TNI Gugur karena Serangan Israel ke Lebanon, IDF Tak Mau Disalahkan
Tren
Analisis Geospasial: Hujan Bukan Satu-satunya Penyebab Banjir dan Longsor di Indonesia, Apa Saja?
Analisis Geospasial: Hujan Bukan Satu-satunya Penyebab Banjir dan Longsor di Indonesia, Apa Saja?
Tren
Resmi, Ini Daftar Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg Per 1 April 2026
Resmi, Ini Daftar Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg Per 1 April 2026
Tren
Respons Strategis Asia terhadap Krisis Energi Global 2026: Indonesia Terapkan WFH, Sri Lanka Rabu Libur
Respons Strategis Asia terhadap Krisis Energi Global 2026: Indonesia Terapkan WFH, Sri Lanka Rabu Libur
Tren
Jangka Waktu Terus Diperpanjang, Pakar Sebut AS Sudah Tak Lagi Kendalikan Perang Iran
Jangka Waktu Terus Diperpanjang, Pakar Sebut AS Sudah Tak Lagi Kendalikan Perang Iran
Tren
Sudah Berapa Orang yang Tewas Usai AS-Israel Serang Iran dan di Mana Saja?
Sudah Berapa Orang yang Tewas Usai AS-Israel Serang Iran dan di Mana Saja?
Tren
Respons Israel soal 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Apa Kata Mereka?
Respons Israel soal 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Apa Kata Mereka?
Tren
Pesawat Sengaja Dijatuhkan di Meksiko, Ini Kursi Paling Aman Menurut Hasil Uji
Pesawat Sengaja Dijatuhkan di Meksiko, Ini Kursi Paling Aman Menurut Hasil Uji
Tren
Harga BBM April 2026 Tetap, Stok di Indonesia Aman? Ini Kata Pertamina
Harga BBM April 2026 Tetap, Stok di Indonesia Aman? Ini Kata Pertamina
Tren
Pink Moon Muncul 1–2 April 2026, Ini Bedanya dengan Bulan Purnama Biasa
Pink Moon Muncul 1–2 April 2026, Ini Bedanya dengan Bulan Purnama Biasa
Tren
PLN Beri Potongan Rp 10.000 Bayar Listrik via PLN Mobile, Ini Jadwalnya
PLN Beri Potongan Rp 10.000 Bayar Listrik via PLN Mobile, Ini Jadwalnya
Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau