Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Kapten Timnas Futsal Soal Kejadian Tak Terduga di SEA Games 2025

Kompas.com, 21 Desember 2025, 02:36 WIB
Pratama Yudha,
Firzie A. Idris

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kapten Timnas Futsal Indonesia, Mochammad Iqbal Iskandar, bercerita mengenai isu di luar lapangan yang menimpa skuad Garuda selama bertanding di SEA Games 2025 Thailand.

Timnas Futsal Indonesia baru saja mencatatkan sejarah selepas meraih medali emas pertamanya di ajang SEA Games pada edisi 2025 ini.

Skuad Garuda pecah telur medali emas SEA Games setelah mengalahkan tuan rumah Thailand dengan skor telak 6-1 pada laga terakhir fase grup yang digelar di Nonthaburi Sports Complex Gymnasium, Jumat (19/12/2025).

Gol-gol kemenangan pasukan Hector Souto datang dari penalti Firman Adriansyah, Syauqi Saud, Samuel Eko, Dewa Rizky Amanda, dan dua gol penutup Ardiansyah Nur.

Kemenangan ini sebenarnya membuat perolehan poin Indonesia sama dengan Thailand yang mengoleksi 9 angka dari empat pertandingan di fase grup.

Baca juga: Kepulangan Timnas Futsal Indonesia Disambut Meriah, Iqbal: Terima Kasih

Namun, hasil ini membuat Indonesia unggul secara head-to head maupun produktivitas gol.

Ini menjadi tinta emas bagi Timnas Futsal Indonesia yang berhasil meraih emas pertamanya di ajang SEA Games sejak cabor futsal dipertandingkan pada 2007 silam sekaligus memutus dominasi Thailand di cabang olahraga ini.

Perjuangan anak-anak asuh Hector Souto tak hanya terjadi di dalam arena tetapi juga di luar lapangan.

Dua Kejadian Tak Menyenangkan

Sebab, setidaknya mereka mengalami dua kali kejadian yang tak menyenangkan selama berada di Thailand.

Pertama terjadi jelang laga perdana kontra Myanmar. Bus yang harusnya mereka tumpangi ke stadion terlambat datang menjemput.

Baca juga: Tinta Emas Indonesia di SEA Games 2025: Akhiri Penantian 32 Tahun dan Panen Rekor Baru

"Akhirnya, kami datang ke lokasi pertandingan tidak memakai bus. Kami datangnya pakai mobil van gitu," kata Iqbal kepada awak media selepas acara penyambutan kepulangan atlet dari SEA Games 2025 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, Sabtu (20/12/2025).

Para pemain Timnas Futsal Indonesia berpose sebelum pertandingan penentuan SEA Games 2025 Timnas Futsal Indonesia vs Thailand yang bergulir di Nonthaburi Sports Complex Gymnasium pada Jumat (19/12/2025).FFI Para pemain Timnas Futsal Indonesia berpose sebelum pertandingan penentuan SEA Games 2025 Timnas Futsal Indonesia vs Thailand yang bergulir di Nonthaburi Sports Complex Gymnasium pada Jumat (19/12/2025).

Pun, di pertandingan kedua kontra Vietnam. Kali ini, bus yang mereka tumpangi salah jalur saat berangkat menuju ke stadion.

"Jadi, kami datangnya telat. Seperti itu aja sebenarnya cuma itu kan tidak bisa kami kontrol, jadi kami cuma fokus ke pertandingan," ucap pemain 30 tahun.

Fisik Terpengaruh

Iqbal mengakui bahwa situasi tersebut sedikit tidaknya berdampak pada kondisi fisik mereka sebelum bertanding.

Apalagi, kejadian seperti ini baru pertama kali dirasakan oleh Timnas Futsal Indonesia.

Baca juga: 91 Emas SEA Games 2025 Tuai Pujian, Indonesia Segera Bersiap Menuju Olimpiade

Namun, segenap tim berupaya tetap fokus untuk meraih hasil terbaik di setiap pertandingan.

Hasilnya, sejarah pun tercipta setelah medali emas berhasil dibawa pulang oleh Timnas Futsal Indonesia. 

"Pasti (fisik terpengaruh), cuma kami tidak memikirkan itu. Kami cuma fokus ke lapangannya. Hal-hal seperti misalnya pikiran negatif, itu kita coba hilangkan. Kita coba berpikir positif," ujar Iqbal.

"Dan hal itu tidak begitu berpengaruh karena kami tidak bisa mengontrol itu. Apa pun yang terjadi, kami coba legowo saja," jelasnya. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang


Terkini Lainnya
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Internasional
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Timnas Indonesia
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
Liga Lain
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Internasional
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Internasional
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Internasional
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Internasional
Ketika Keunggulan Italia Berubah Jadi Tekanan Setelah Kartu Merah
Ketika Keunggulan Italia Berubah Jadi Tekanan Setelah Kartu Merah
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau