Editor
DENPASAR, KOMPAS.com – Petugas Imigrasi kelas I Khusus TPI Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali berhasil mengamankan seorang warga negara asing (WNA) asal Inggris bernama Steven Lyons (SL), Sabtu (28/3/2026). Pria berusia 45 tahun tersebut diringkus setelah terdeteksi sebagai subjek Red Notice Interpol saat proses pemeriksaan keimigrasian.
Steven Lyons diduga merupakan pimpinan organisasi kriminal internasional yang berbasis di Skotlandia. Ia mendarat di Bali sekitar pukul 11.58 WITA menggunakan penerbangan dari Singapura.
Baca juga: Profil Steven Lyons Buron Interpol, Bos Mafia Skotlandia yang Dibekuk di Bali
Berdasarkan data intelijen, SL disinyalir menjadi otak di balik operasi skala besar yang melibatkan pengelolaan perusahaan fiktif dan tindak pidana pencucian uang (money laundering). Tak hanya itu, SL juga dikaitkan dengan kasus kekerasan mematikan di Spanyol, termasuk pembunuhan di Malaga dan Madrid pada 2024 silam.
Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan, menegaskan bahwa penangkapan ini merupakan bukti ketajaman sistem deteksi dini imigrasi Indonesia terhadap sindikat kejahatan transnasional.
"Kami tegaskan bahwa Bali tidak akan pernah menjadi tempat persembunyian yang aman bagi buronan internasional. Sistem kami terintegrasi dengan baik, dan petugas kami sangat berpengalaman dalam mendeteksi dan mengamankan DPO Interpol," ungkap Bugie dalam keterangan tertulis, Senin (30/3/2026).
Baca juga: Imigrasi Pastikan Bos Money Laundering Buronan Interpol Masuk ke Bali Pakai Paspor Inggris
Warga negara Inggris, SL saat diamankan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Sabtu (28/3/2026).Sebelum Lyons tertangkap di Bali, operasi ini telah menjaring puluhan anggota jaringan lainnya di Eropa, dengan rincian 33 orang ditangkap di Skotlandia dan 12 orang di Spanyol.
"SL terdaftar dalam Red Notice Interpol bernomor A-4908/3-2026 yang diterbitkan pada 26 Maret dari Spanyol. Proses eksekusi berlangsung sangat cepat, lancar, kondusif, dan tanpa perlawanan," ujar Daniel dalam jumpa pers di Denpasar, Selasa (31/3/2026).
Baca juga: Imigrasi Pastikan Bos Money Laundering Buronan Interpol Masuk ke Bali Pakai Paspor Inggris
Steven Lyons dikenal sebagai bos dari "Klan Lyons", kelompok mafia yang terlibat perseteruan berdarah selama lebih dari 20 tahun dengan rival mereka, kelompok Daniel, di Glasgow, Skotlandia.
Jejak kriminalnya membentang dari Skotlandia, Spanyol, hingga Dubai. Ia juga memiliki hubungan dengan kelompok kejahatan Kinahan yang berbasis di Dubai. Pada Mei tahun lalu, saudara Steven, Eddie Lyons Jr, tewas ditembak di Costa del Sol, Spanyol, yang diduga sebagai bagian dari perang antar-kelompok kriminal tersebut.
Keberhasilan ini diawali dengan notifikasi dari NCB Abu Dhabi mengenai pergerakan Lyons menuju Indonesia. Setelah diamankan, pihak Imigrasi langsung menyerahkan SL kepada Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai sebelum dideportasi.
Sekretaris NCB Interpol Indonesia Brigjen Pol Untung Widiyatmoko menyatakan bahwa SL akan segera diterbangkan ke Spanyol untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
"SL diserahkan ke Interpol Spanyol pada hari ini (Selasa) dan akan diterbangkan dari Bandara Ngurah Rai Bali ke Spanyol pada Rabu (1/4/2026)," kata Untung.
Baca juga: Imigrasi Tangkap Bos Money Laundering Buronan Interpol Inggris di Bali
Menanggapi maraknya pelanggaran oleh WNA, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna, menyatakan akan memperkuat pengawasan di seluruh pintu masuk.
Pihaknya berencana meluncurkan langkah khusus pada 10 April mendatang untuk meningkatkan ketertiban di Bali.
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa sistem pengawasan keimigrasian di wilayah Bali berjalan efektif, terintegrasi, dan responsif terhadap ancaman lintas negara. Bali harus tetap menjadi wilayah yang aman dan tertib,” tegas Felucia.
Sebagian Artikel Telah Tayang di Kompas.com dengan Judul Buronan Interpol Diamankan di Bali, Diduga Pimpinan Sindikat Kriminal Internasional dan Tribun-Bali.com dengan judul TAMPANG Pembunuh Berdarah Dingin di Malaga & Madrid, Bos Geng Eropa Dijuk di Bali, 2 Tahun Buron
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang