Editor
MAROS, KOMPAS.com – Persiapan keberangkatan calon jemaah haji asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, kini telah memasuki tahap final. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Maros mulai melakukan penyerahan dokumen paspor milik ratusan jemaah ke Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan.
Penyerahan dokumen ini merupakan langkah krusial sebelum dilakukan proses penerbitan visa oleh pihak otoritas Arab Saudi.
Baca juga: Penjelasan Menhaj soal Pelaksanaan Haji 2026 di Tengah Kegelisahan Jemaah atas Gejolak Timur Tengah
Kepala Kantor Kemenag Maros, Ahmad Ihyadin, menjelaskan bahwa proses penyerahan paspor dilakukan secara bertahap berdasarkan pembagian kelompok terbang (kloter).
"Sekarang kita sudah masuk proses akhir penyerahan dokumen paspor beserta kelengkapannya seperti foto dan bukti pelunasan," ujar Ahmad saat dikonfirmasi pada Selasa (31/3/2026).
Pada Senin (30/3/2026), pihaknya telah menyerahkan 389 paspor milik jemaah yang tergabung dalam Kloter 14. Proses ini dilanjutkan hari ini untuk Kloter 16 dan Kloter 20 dengan jumlah lebih dari 100 jemaah.
"Insya Allah berikutnya kami juga akan menyerahkan paspor untuk Kloter 21, 23, dan 26. Mudah-mudahan sebelum 10 April semua paspor jemaah sudah kami serahkan ke Kanwil untuk proses penerbitan visa," tambahnya.
Tahun ini, total terdapat 625 calon jemaah haji asal Kabupaten Maros yang terbagi ke dalam sembilan kloter berbeda. Berikut adalah rincian persebaran jemaahnya:
Ahmad menyebutkan, Kloter 14 akan menjadi rombongan pertama dari Maros yang diberangkatkan. Jemaah dijadwalkan masuk ke Asrama Haji pada 30 April 2026 dan diterbangkan menuju Madinah pada 1 Mei 2026 pukul 03.50 WITA.
Baca juga: Jemaah Haji Probolinggo Jadi Kloter Pertama Embarkasi Surabaya, Terbang 22 April 2026
Terkait perbekalan jemaah selama di Tanah Suci, Ahmad memberikan gambaran mengenai uang saku atau living cost. Meski angka resmi belum dirilis, ia memperkirakan jumlahnya tetap sama dengan kebijakan tahun lalu.
"Kalau untuk uang saku, kemungkinan sama seperti tahun lalu sekitar 750 Riyal," ungkap Ahmad.
Di balik persiapan administratif, terselip kisah haru dari salah satu calon jemaah, Abdul Majid. Warga Tebbang Orai, Kecamatan Maros Baru ini akhirnya bisa berangkat ke Tanah Suci setelah menanti selama 15 tahun.
Tak tanggung-tanggung, pria yang sehari-harinya bekerja sebagai penjual ikan di Pelelangan Ikan Maros ini akan berangkat bersama 15 anggota keluarganya sekaligus, termasuk tiga anaknya, saudara, hingga sepupu.
"Alhamdulillah, ada 15 orang totalnya. Kami mendaftar bersamaan pada 2011 dan pelunasan rampung pada 2020," tutur Abdul Majid.
Baca juga: Jumlah Calon Jemaah Haji Kabupaten Blitar Naik 12 Persen Jadi 915 Orang
Majid mengaku konsistensinya menabung dari hasil berdagang ikan menjadi kunci mimpinya terwujud.
"Kalau ada hasil (jual ikan), saya sisihkan. Kadang satu juta, kalau ada lebih ditambah lagi," pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul 625 Calon Jemaah Haji Maros Tahun 2026, Terbang Perdana 1 Mei
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang