Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dihantui Kabar BBM Naik, Antrean SPBU Mengular di Jakarta hingga Bekasi

Kompas.com, 1 April 2026, 05:43 WIB
Ridho Danu Prasetyo,
Faieq Hidayat

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) membuat sejumlah SPBU diserbu pengendara pada Selasa (31/3/2026).

Kabar naiknya harga BBM beredar di media sosial melalui tangkapan layar sebuah dokumen yang memperlihatkan tabel kenaikan harga-harga BBM mulai dari Pertamax, Pertamax Green 95, Pertamax Turbo, Pertadex, hingga Dexlite.

Baca juga: Isu Kenaikan BBM Bikin Antrean Panjang di SPBU RA Kartini Bekasi

Sejumlah masyarakat pun langsung mengantisipasi kenaikan harga tersebut dengan mengisi penuh tangki kendaraannya hingga menimbulkan antrean mengular di berbagai SPBU di Jakarta hingga Bekasi.

Kendaraan Mengular ke Jalan

Berdasarkan pantauan Kompas.com di dua SPBU swasta di Jalan Daan Mogot, antrean kendaraan roda dua dan roda empat terlihat mengular hingga ke jalan arteri.

SPBU pertama adalah BP-AKR yang berada di sisi Jalan Daan Mogot arah Grogol. Di lokasi ini, antrean sepeda motor mencapai lebih dari 20 kendaraan dan meluber ke badan jalan. Antrean mobil juga terlihat, meski tidak sepanjang antrean motor.

Kondisi serupa terjadi di SPBU Vivo yang berada di seberang lokasi tersebut. Pengendara motor rela mengantre lebih dari 20 menit untuk mengisi bahan bakar.

Antrean SPBU Swasta Vivo di Jalan MT Haryono, Tebet arah Cawang pada Selasa (31/3/2026).KOMPAS.com/HANIFAH SALSABILA Antrean SPBU Swasta Vivo di Jalan MT Haryono, Tebet arah Cawang pada Selasa (31/3/2026).

Antrean serupa juga terjadi di SPBU Vivo dan SPBU Pertamina di Jalan MT Haryono, Tebet, Jakarta Selatan yang mengarah ke Cawang.

Baca juga: Ada Isu Kenaikan BBM, Antrean Kendaraan Mengular di SPBU Gading Serpong

Di SPBU Vivo, antrean mobil bahkan mengular hingga ke badan jalan dan sempat menghambat arus lalu lintas. Kondisi tersebut memicu suara klakson dari pengendara di belakang antrean.

Dalam situasi itu, sebuah mobil merah terlihat memperlambat laju di tengah jalan, sehingga sepeda motor di belakangnya tidak sempat mengerem dan menabrak bagian belakang mobil tersebut.

Antre hingga Malam

Antrean di berbagai SPBU tersebut pun masih terlihat hingga Selasa malam, meski pemerintah telah secara resmi mengumumkan tak ada kenaikan harga BBM.

Salah satunya di SPBU Pertamina 34.171.44 di Jalan RA Kartini, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Kepadatan ini dipicu isu kenaikan harga dan pembatasan BBM oleh pemerintah yang disebut akan berlaku mulai Rabu (1/4/2026).

Baca juga: Warga Sempat Panik Isu Harga BBM Naik: Dapat Info dari Grup RT

Antrean didominasi sepeda motor yang mengular hingga ke badan jalan. Para pengendara tampak berbaris teratur menunggu giliran untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM), meski harus mengantre cukup lama.

Sementara, situasi serupa juga terjadi di SPBU di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan hingga pukul 21.46 WIB malam.

Bahkan, barisan kendaraan masih terus meluber hingga ke badan jalan di sekitar lokasi menjelang waktu tengah malam.

Informasi dari Grup dan Medsos

Gari (33), seorang warga Palmerah, Jakarta Barat, mengaku mendapat sebaran informasi kenaikan harga BBM tersebut dari grup-grup percakapan di lingkungannya.

"Kemarin taunya dari grup-grup WhatsApp, grup RT tadi pagi katanya besok naik jadi Rp 17.000 Pertamax-nya," kata Gari saat ditemui Kompas.com saat mengantre di SPBU, Selasa (31/3/2026) malam.

Gari awalnya merasa skeptis dengan informasi yang belum dipastikan kebenarannya itu.

Namun, ia berpikir bahwa informasi tersebut cukup masuk akal mengingat konflik perang yang membuat stok minyak dunia menipis dan harga minyak melonjak.

"Apalagi kan disebut kalau subsidi enggak naik, tapi yang non subsidi dilepas sesuai harga global, jadi masuk akal juga gitu namanya kondisi lagi kayak gini," jelasnya.

Baca juga: Soal Pembatasan BBM, Warga Minta Penggunaan Diprioritaskan untuk Kerja

Halaman:


Terkini Lainnya
Direlokasi dari Lahan Makam Jakbar, Kori Kaget Lihat Rusun: Kenapa Enggak Digusur dari Dulu?
Direlokasi dari Lahan Makam Jakbar, Kori Kaget Lihat Rusun: Kenapa Enggak Digusur dari Dulu?
Megapolitan
Tak Ada Jalan, Keluarga Bingung Turunkan Ayah yang Sakit dari Lantai 3
Tak Ada Jalan, Keluarga Bingung Turunkan Ayah yang Sakit dari Lantai 3
Megapolitan
Ikuti Pusat, Pemkot Tangsel Terapkan WFH ASN Tiap Jumat Mulai Pekan Depan
Ikuti Pusat, Pemkot Tangsel Terapkan WFH ASN Tiap Jumat Mulai Pekan Depan
Megapolitan
Meski ASN WFH Setiap Rabu, Pelayanan Publik di Bekasi Dipastikan Tetap Normal
Meski ASN WFH Setiap Rabu, Pelayanan Publik di Bekasi Dipastikan Tetap Normal
Megapolitan
Pramono Pastikan Tetap Ngantor meski Ada WFH, Samakan Diri dengan Wartawan
Pramono Pastikan Tetap Ngantor meski Ada WFH, Samakan Diri dengan Wartawan
Megapolitan
Di Balik Luka Andrie Yunus yang Memaafkan Sambil Menunggu Keadilan
Di Balik Luka Andrie Yunus yang Memaafkan Sambil Menunggu Keadilan
Megapolitan
Pengangkutan Sampah Pasar Induk Kramat Jati Segera Diambil Alih Swasta
Pengangkutan Sampah Pasar Induk Kramat Jati Segera Diambil Alih Swasta
Megapolitan
Trotoar di Pondok Indah Kembali Pakai Konblok Lagi Setelah Sempat Gunakan Hebel
Trotoar di Pondok Indah Kembali Pakai Konblok Lagi Setelah Sempat Gunakan Hebel
Megapolitan
Cerita Kori, Warga Terdampak Penggusuran TPU Pegadungan yang Kini Hidup Nyaman di Rusun
Cerita Kori, Warga Terdampak Penggusuran TPU Pegadungan yang Kini Hidup Nyaman di Rusun
Megapolitan
Bengkel dan Toko Helm di Tangsel Terbakar, Pemadaman Sempat Terhambat
Bengkel dan Toko Helm di Tangsel Terbakar, Pemadaman Sempat Terhambat
Megapolitan
Dapat Ancaman, Aktivis dan Tim Hukum Andrie Yunus Minta Perlindungan ke Komnas HAM-LPSK
Dapat Ancaman, Aktivis dan Tim Hukum Andrie Yunus Minta Perlindungan ke Komnas HAM-LPSK
Megapolitan
Jalan Marunda–Rorotan Dikotori Tanah Merah, Operasional Truk Kini Dibatasi
Jalan Marunda–Rorotan Dikotori Tanah Merah, Operasional Truk Kini Dibatasi
Megapolitan
Pemutilasi di Bekasi Obral HP dan Dua Motor Korban dengan Harga Murah
Pemutilasi di Bekasi Obral HP dan Dua Motor Korban dengan Harga Murah
Megapolitan
Raffi Ahmad Sowan ke Rano Karno, Nostalgia Saat Honornya Rp 500.000
Raffi Ahmad Sowan ke Rano Karno, Nostalgia Saat Honornya Rp 500.000
Megapolitan
Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati, Pedagang Khawatir Penurunan Omzet
Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati, Pedagang Khawatir Penurunan Omzet
Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Dihantui Kabar BBM Naik, Antrean SPBU Mengular di Jakarta hingga Bekasi
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat