Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Mudah Cek Kondisi Aki Mobil Bekas Lewat Indikator Warna

Kompas.com, 10 Maret 2026, 19:31 WIB
Muh. Ilham Nurul Karim,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat membeli mobil bekas, banyak calon pembeli lebih fokus memeriksa kondisi mesin dan tampilan bodi kendaraan. Namun, ada komponen lain yang juga penting untuk diperhatikan, yakni aki.

Jika kondisinya sudah lemah, aki bisa menimbulkan masalah saat mobil digunakan, bahkan berpotensi menambah biaya pengeluaran jika harus segera diganti.

Menurut Gazoel Amin, pemilik Bantu Cek, calon pembeli mobil bekas sebenarnya bisa melakukan pengecekan awal kondisi aki dengan cara sederhana, salah satunya melihat indikator warna yang biasanya terdapat di bagian atas aki.

Baca juga: Mobil Penuh Muatan Saat Mudik Bikin Ban Overheat, Ini Penjelasannya

"Calon pembeli bisa melihat indikator warna yang ada di aki. Biasanya ada warna hijau, merah, atau putih yang menunjukkan kondisi aki tersebut," kata Gazoel kepada Kompas.com, Selasa (10/3/2026).

Ia menjelaskan, indikator berwarna hijau umumnya menandakan kondisi aki masih dalam keadaan baik dan dapat digunakan secara normal.

Sementara bila indikator menunjukkan warna merah atau berbeda dari kondisi normal, hal tersebut bisa menjadi tanda bahwa aki membutuhkan perhatian.

Menurut Gazoel, pada beberapa jenis aki, perubahan warna indikator bisa menandakan air aki perlu ditambah atau kondisi aki sudah mulai melemah sehingga membutuhkan pengecekan lebih lanjut.

Ilustrasi battery tester untuk mengukur CCA pada aki Ilustrasi battery tester untuk mengukur CCA pada aki
 

Selain melihat indikator warna, kondisi aki juga bisa diperiksa menggunakan alat khusus bernama battery tester. Alat ini berfungsi untuk mengetahui tegangan aki secara lebih akurat.

Gazoel mengatakan, aki mobil yang masih sehat biasanya memiliki tegangan sekitar 12 volt atau lebih saat mesin dalam kondisi mati. Jika hasil pengukuran berada di bawah angka tersebut, kemungkinan aki sudah mulai melemah.

"Kalau tegangannya di bawah 12 volt, biasanya kondisi aki sudah kurang bagus. Bisa jadi perlu di-charge atau bahkan diganti," ujar dia.

Ia menambahkan, pengecekan dengan battery tester juga bisa membantu mengetahui apakah sistem pengisian pada mobil, seperti alternator, masih bekerja dengan baik atau tidak saat mesin dinyalakan.

Baca juga: Rest Area Diminta Jaga Harga Wajar Saat Arus Mudik Lebaran

Karena itu, sebelum memutuskan membeli mobil bekas, calon pembeli sebaiknya tidak hanya melihat tampilan luar kendaraan, tetapi juga memastikan kondisi aki masih layak pakai agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau