Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Darurat Sampah di Banten, Pemerintah Percepat 2 Proyek PSEL

Kompas.com, 27 Maret 2026, 21:38 WIB
Rasyid Ridho,
Novita Rahmawati

Tim Redaksi

SERANG, KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup (LH) resmi mempercepat persiapan pembangunan 2 pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Provinsi Banten.

Langkah ini diambil sebagai respons atas arahan Presiden untuk menanggulangi ancaman kelebihan muatan atau overload Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang diprediksi terjadi secara nasional pada tahun 2028.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, PSEL akan di bangun di TPA Cilowong Kota Serang dan Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang dengan potensi sampah yang akan diolah sekitar 4.000 ton per hari.

Baca juga: Rencana Solusi Jangka Panjang Pemerintah Cegah Sampah Liar di Jalan Indramayu-Cirebon

"Ada dua aglomerasi yang hari ini diminta dilakukan percepatan persiapan pembangunan Waste-to-Energy," kata Hanif kepada wartawan di Serang, Jumat (27/3/2016).

Menurut Hanif, Banten menjadi salah satu titik fokus utama karena urgensi penanganan sampah di wilayah penyangga ibu kota tersebut.

Dikatakan Hanif, pembangunan fisik PSEL diprediksi memakan waktu sekitar tiga tahun sebelum bisa beroperasi penuh. Hal itu, berkaca pada proyek serupa di Palembang yang kini sudah mencapai progres 75 persen.

Sembari menunggu infrastruktur, Hanif menekankan pentingnya pengelolaan sampah dari hulu. 

Baca juga: Tumpukan Sampah di Bahu Jalan Indramayu-Cirebon Mulai Diangkut Pakai Alat Berat

Ia meminta Pemerintah Provinsi Banten dan pemerintah daerah setempat untuk menggalakkan kembali budaya pilah sampah organik dan anorganik di masyarakat.

Hal itu, lanjut Hanif, dapat mengurangi beban TPA yang rata-rata sudah berumur di atas 17 tahun, pemilahan sampah juga berpengaruh langsung pada efisiensi teknologi Waste to Energy.

"Kalau sampahnya sudah terpilah, nilai kalornya akan tinggi. Ini akan membuat proses pembangkitan listrik menjadi lebih efisien dan menekan biaya operasional atau tipping fee yang harus dibayar pemerintah," ujar Hanif.

Baca juga: Truk Sampah Milik Pemkab Bandung Barat Terguling, Oleng di Kelokan Jalur Cipatat

Hanif mengungkap, dua proyek PSEL akan menelan anggaran yang cukup fantastis. Meski detail teknis akan dikelola oleh Danantara, Ia menyebut bahwa nilai investasi berada di angka triliunan.

"Konfirmasi saat ini, budget nya di atas Rp 1 triliun. Angka ini cukup besar, sehingga kami harus memastikan proyek ini berkelanjutan dan tidak boleh mangkrak," katanya.

Gubernur Andra Soni mengatakan, program PSEL bukan hanya solusi penanganan sampah, tetapi juga memiliki dampak strategis bagi energi dan pembangunan ekonomi daerah. 

Baca juga: Pasca-Lebaran, Sampah Meluber hingga ke Bahu Jalan Raya Indramayu-Cirebon

Menurutnya, peran aktif masyarakat dalam penanganan sampah akan membantu pemerintah mengatasi persoalan sampah.

Selama proses pembangunan fasilitas PSEL, pemerintah akan terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya pemilahan sampah guna mengurangi volume sampah secara signifikan.

“Permasalahan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab kita bersama. Pemilahan sampah harus terus dilakukan agar volume sampah bisa ditekan,” ujar Andra.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Ingatkan WFH Bukan Libur, Pemprov Kaltim Atur Ketat Disiplin ASN hingga Sanksi Potong TPP
Ingatkan WFH Bukan Libur, Pemprov Kaltim Atur Ketat Disiplin ASN hingga Sanksi Potong TPP
Regional
Dubes Iran untuk Indonesia Boroujerdi Puji Sosok Jokowi: Mantan Presiden yang Sukses Jalankan Pemerintahan
Dubes Iran untuk Indonesia Boroujerdi Puji Sosok Jokowi: Mantan Presiden yang Sukses Jalankan Pemerintahan
Regional
Dubes Iran Temui Jokowi di Solo, Ini Topik yang Dibahas
Dubes Iran Temui Jokowi di Solo, Ini Topik yang Dibahas
Regional
Aktivis Perempuan: Mediasi Kasus Kekerasan Seksual Unissula Langgar UU TPKS
Aktivis Perempuan: Mediasi Kasus Kekerasan Seksual Unissula Langgar UU TPKS
Regional
BKPSDM Nunukan Belum Putuskan Nasib Oknum PPPK Pemerkosa Balita dan ASN Satpol PP Pecandu Narkoba
BKPSDM Nunukan Belum Putuskan Nasib Oknum PPPK Pemerkosa Balita dan ASN Satpol PP Pecandu Narkoba
Regional
PT KAI Laporkan Warga Bandar Lampung yang Blokir Rel Kereta ke Polisi
PT KAI Laporkan Warga Bandar Lampung yang Blokir Rel Kereta ke Polisi
Regional
Grebeg Gethuk di Magelang Digelar April, Ini Rangkaian Acaranya
Grebeg Gethuk di Magelang Digelar April, Ini Rangkaian Acaranya
Regional
Mapolres Dogiyai Diserang Sekelompok Warga, Toko Bangunan Terimbas dan Terbakar
Mapolres Dogiyai Diserang Sekelompok Warga, Toko Bangunan Terimbas dan Terbakar
Regional
Selama Ramadhan, Dompet Dhuafa Salurkan 600 Paket Fidyah untuk Penyintas di Sumatera
Selama Ramadhan, Dompet Dhuafa Salurkan 600 Paket Fidyah untuk Penyintas di Sumatera
Regional
Kasus Mahasiswanya Diduga Dilecehkan Alumni, Unissula Klaim Sudah Damai
Kasus Mahasiswanya Diduga Dilecehkan Alumni, Unissula Klaim Sudah Damai
Regional
9 Jabatan Kepala Dinas Kosong di Lhokseumawe, Diisi Pelaksana Tugas
9 Jabatan Kepala Dinas Kosong di Lhokseumawe, Diisi Pelaksana Tugas
Regional
84.457 Kendaraan Lintasi Tol IKN Selama Libur Lebaran 2026
84.457 Kendaraan Lintasi Tol IKN Selama Libur Lebaran 2026
Regional
Tak Pilih Mobil Listrik, Pemkot Malang Andalkan WFH dan Sepeda Demi Hemat BBM
Tak Pilih Mobil Listrik, Pemkot Malang Andalkan WFH dan Sepeda Demi Hemat BBM
Regional
ASN WFH Setiap Jumat, Gubernur Sumsel: Saya Pelajari Dulu
ASN WFH Setiap Jumat, Gubernur Sumsel: Saya Pelajari Dulu
Regional
Bertemu Dubes Iran untuk Indonesia di Solo, Jokowi: Saya Menyampaikan Banyak Hal
Bertemu Dubes Iran untuk Indonesia di Solo, Jokowi: Saya Menyampaikan Banyak Hal
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Darurat Sampah di Banten, Pemerintah Percepat 2 Proyek PSEL
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat