BAKAUHENI, KOMPAS.com – Pergerakan arus balik dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni masih terus mengalir hingga H+6 Lebaran, Minggu (29/3/2026).
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat mayoritas pemudik telah kembali ke daerah asal, meski masih ada sebagian kecil masyarakat yang terpantau masih berada di wilayah Sumatera.
Direktur Operasi dan Transformasi PT ASDP, Rio Lasse, mengungkapkan bahwa berdasarkan data hingga Sabtu (28/3/2026) pukul 23.59 WIB, sebanyak 713.702 orang telah menyeberang kembali ke Jawa.
Baca juga: Situasi Pelabuhan Bakauheni pada Malam Puncak Arus Balik, Kantong Parkir Dipenuhi Kendaraan
"Angka ini setara dengan 79 persen dari total jumlah pemudik yang melakukan perjalanan mudik sebelumnya," ujar Rio saat ditemui di Pelabuhan Bakauheni, Minggu (29/3/2026) pagi.
Meski gelombang arus balik sudah melewati puncaknya, Rio menyebutkan masih ada puluhan ribu kendaraan dan ratusan ribu penumpang yang belum kembali.
Diperkirakan, angka yang belum kembali akan melakukan perjalanan balik siang ini hingga malam nanti karena pada Senin(30/3/2026) sudah mulai masuk kerja dan anak sekolah.
Baca juga: Pelabuhan Bakauheni dan Ketapang Padat Malam Ini, ASDP Terapkan Skema Tiba Bongkar Berangkat
Rio merinci sisa pemudik yang masih berada di Sumatera:
Penumpang: 185.162 orang atau ekitar 21 persen dari total arus mudik.
Kendaraan: 54.689 unit atau sekitar 23 persen dari total kendaraan.
Sebagai perbandingan, jumlah kendaraan yang sudah menyeberang ke Jawa mencapai 185.231 unit atau 77 persen dari total volume kendaraan saat mudik.
Rio menjelaskan, puncak arus balik tahun ini terjadi pada Selasa (24/3/2026). Saat itu, ASDP menyeberangkan sebanyak 128.821 orang dan 36.499 unit kendaraan dalam satu hari.
Namun, ia menyoroti adanya perbedaan pola perjalanan masyarakat pada Lebaran 2026 dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca juga: Puncak Arus Balik di Pelabuhan Bakauheni, Kapolri Sebut Situasi Masih Hijau
Distribusi pemudik tahun ini dinilai lebih merata sehingga meminimalisir penumpukan di titik tertentu.
Pola distribusi yang lebih menyebar ini membuat volume penumpang pada periode yang sama terlihat lebih rendah dibanding tahun lalu, karena tidak terkonsentrasi di satu hari tertentu saja.
"Tahun ini arus mudik maupun balik lebih terpecah dan menyebar. Hasilnya, tidak ada kepadatan atau antrean panjang hingga keluar area pelabuhan," kata Rio.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang