LEBAK, KOMPAS.com - Perseteruan antara Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya dan Wakil Bupati Amir Hamzah terjadi saat acara halalbihalal di Pendopo Kabupaten Lebak.
Peristiwa itu berlangsung di hadapan para aparatur sipil negara (ASN) dan undangan yang hadir.
Perseteruan itu dipicu oleh pernyataan yang disampaikan Hasbi dalam sambutannya yang menyebut Amir sebagai mantan narapidana.
Situasi sempat memanas hingga Amir meninggalkan lokasi acara.
Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya lahir di Lebak pada 10 Oktober 1984.
Ia merupakan anggota keluarga Jayabaya yang dikenal sebagai salah satu dinasti politik di Banten.
Baca juga: Ribut Saat Halalbihalal, Bupati Lebak Klaim Perselisihan dengan Wakil Bupati Telah Berakhir
Ayahnya, Mulyadi Jayabaya, menjabat sebagai Bupati Lebak selama dua periode (2003–2013).
Sementara itu, kakaknya, Iti Octavia Jayabaya, juga menjabat sebagai Bupati Lebak selama dua periode (2013–2018 dan 2018–2023).
Hasbi menempuh pendidikan di SDN Kejaksaan (1990–1996), SMPN 4 (1996–1999), dan SMAN 1 Lebak (1999–2002).
Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Universitas Bung Karno dan meraih gelar sarjana hukum.
Sebelum menjadi bupati, Hasbi berkarier sebagai anggota DPR RI dari PDI Perjuangan untuk daerah pemilihan Banten I selama dua periode, yakni 2014–2019 dan 2019–2024.
Amir Hamzah lahir pada 10 Februari 1965.
Ia menempuh pendidikan di Rangkasbitung sebelum melanjutkan studi di Fakultas Pertanian Universitas Lampung dan lulus pada 1989.
Ia kemudian meraih gelar Magister Administrasi Negara dari Universitas Krisnadwipayana pada 2005.
Kariernya di pemerintahan dimulai pada 1993 sebagai pelaksana di Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kabupaten Lebak.