CILEGON, KOMPAS.com - Sebanyak 44 kapal feri di lintasan Merak-Bakauheni tidak dapat beroperasi akibat keterbatasan jumlah dermaga yang tersedia.
Kondisi ini disebut menjadi salah satu penyebab antrean panjang kendaraan saat arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, mengatakan dari total 72 kapal yang tersedia, hanya sebagian kecil yang bisa dioperasikan secara reguler.
"Dari 72 kapal, kalau secara reguler hanya bisa dioperasikan 28 kapal. Kenapa? Karena kurang banget dermaganya. Jadi kita hanya punya 7 dermaga," ujar Bambang di Merak, Rabu (1/4/2026).
Baca juga: SKB Pembatasan Dicabut, Truk Logistik Mengular hingga Keluar Pelabuhan Merak
Menurut Bambang, setiap dermaga hanya mampu melayani sekitar empat kapal per hari. Akibatnya, lebih dari 60 persen kapal tidak bisa digunakan.
Situasi ini berdampak langsung pada kepadatan kendaraan yang hendak menyeberang, terutama pada periode puncak arus mudik dan balik Lebaran.
Bambang meminta PT ASDP Indonesia Ferry dan Kementerian Perhubungan segera mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan yang terus meningkat setiap tahun, termasuk kendaraan logistik.
"Sehingga bila ASDP ini setiap tahun mengalami kenaikan antara 8 sampai 10 persen, maka dalam tiga sampai empat tahun ke depan harus sudah bisa mengantisipasi lonjakan," katanya.
Baca juga: Pasca-Lebaran 2026, Mengapa Pelabuhan Ketapang Masih Macet hingga 15 Kilometer?
Ia juga mengingatkan agar kebijakan pembatasan selama arus mudik tidak mengorbankan distribusi logistik.
Menurutnya, jika arus logistik terhambat, dampaknya bisa meluas terhadap ekonomi, termasuk memicu inflasi dan menurunkan daya beli masyarakat.
Hal itu juga dinilai berpotensi menghambat target pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
"Kalau industri terhambat, yang dirugikan adalah masyarakat. Bisa terjadi inflasi barang yang pada akhirnya menekan daya beli," tandasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang