iPhone Tiba-tiba Tanya Umur, Kalau Belum 18 Tahun Fitur Dibatasi

Kompas.com, Diperbarui 31/03/2026, 14:44 WIB
Bill Clinten,
Reska K. Nistanto

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Pengguna iPhone di Inggris kini menghadapi pengalaman baru yang cukup unik: mereka akan “ditanya” apakah sudah cukup umur (18 tahun ke atas) untuk mengakses sejumlah fitur di perangkatnya.

Langkah ini diambil oleh Apple lewat pembaruan iOS 26.4 yang mulai dirilis Maret 2026. Kebijakan ini hadir di tengah tekanan pemerintah Inggris agar perusahaan teknologi lebih aktif melindungi anak-anak dari konten berbahaya di internet.

Setelah memperbarui perangkat ke iOS 26.4, pengguna akan diminta mengonfirmasi usia dengan menyertakan dokumen seperti kartu kredit, SIM (Surat Izin Mengemudi), atau paspor.

Baca juga: Harga iPhone 14, 15, dan 16 Naik di Indonesia, Ini Daftarnya

Jika tidak memverifikasi usia, sejumlah fitur akan dibatasi. Pengguna tidak dapat mengunduh aplikasi tertentu di App Store, mengakses fitur dan layanan tertentu, hingga membuka situs web yang hanya ditujukan untuk orang dewasa.

Selain itu, fitur keamanan seperti Communication Safety akan aktif otomatis untuk mendeteksi konten sensitif, seperti foto atau video bernuansa seksual, di pesan dan FaceTime.

Menurut Apple, aturan ini berlaku di level Apple Account. Artinya, verifikasi usia ini akan berlaku di seluruh layanan yang terhubung dengan akun pengguna.

Apple juga dapat melakukan verifikasi otomatis jika data akun pengguna sudah tersedia. Namun, jika belum terverifikasi, sistem akan otomatis mengaktifkan fitur keamanan seperti Web Content Filter dan Communication Safety.

Dorongan regulator Inggris

Tampilan sistem verifikasi usia di iPhone yang telah berhasil.GSMArena Tampilan sistem verifikasi usia di iPhone yang telah berhasil.

Seperti disebutkan di atas, kebijakan ini tidak lepas dari dorongan pemerintah Inggris agar perusahaan teknologi lebih memperhatikan keamanan anak di ruang digital.

Hal ini tertuang dalam regulasi Online Safety Act yang mulai diberlakukan sejak 2023 dan diperketat dalam beberapa tahun terakhir.

Regulator komunikasi Inggris, Ofcom, sebelumnya telah mendorong berbagai platform digital seperti Facebook, Instagram, TikTok, YouTube, hingga Roblox untuk menerapkan sistem verifikasi usia.

Baca juga: Meta, YouTube, dan TikTok Buka Suara soal Aturan Blokir Akun Medsos Anak di Indonesia

Nah, meski regulasi tersebut belum secara langsung mencakup sistem operasi dan toko aplikasi, Apple tetap mengambil langkah lebih dulu dan Ofcom mengapresiasi hal ini.

"Keputusan Apple menjadikan Inggris sebagai salah satu negara pertama di dunia yang menghadirkan perlindungan baru bagi anak di perangkat. Ini merupakan kemenangan nyata bagi anak-anak dan keluarga di sini," kata perwakilan Ofcom dalam sebuah pernyataan

Ofcom juga menegaskan bahwa pihaknya akan selalu bekerja sama dengan Apple dan layanan digital lain untuk memastikan perlindungan pengguna tetap berjalan, sekaligus membuka ruang inovasi dalam teknologi verifikasi usia.

Ke depan, Ofcom sedang mengkaji kemungkinan memperluas cakupan aturan, termasuk ke sostem operasi dan toko aplikasi yang belum diterapkan tadi. Perluasan ini dijadwalkan akan diteken sekitar 2027 mendatang.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau